Senin, 07 Mei 2018

BARA JELANG 2019

Pada tayangnnya kali ini, Najwa Shihab memberikan tema pada acara Mata Najwa yang dibawaknnya yakni “Bara Jelang 2019”.  Dalam tema terebut terdapat pembahasan-pembahasan yang sangat menarik. Diantaranya terdapat kesaksian korban intimidasi CFD. Dalam perbincangannya  Korban-korban intimidasi CFD, Susi Ferawati menceritakan, awalnya dia ketinggalan barisan dari pembagian kaos berlogo #DiaSibukKerja. Ia tak menyangka kejadian tersebut begitu cepat. “Kita ketinggalan barisan. Saat itu belum ada kerumunan. Ada pergerakan dari Sudirman ke Bundaran HI. Dan foto-foto, ada ibu-ibu mulai datang. Dan mereka colek saya, mereka bilang, ‘kaosnya dikasih,” kata Fera. Fera melanjutkan, makian makin keras karena orang-orang makin berkumpul. “Dasar babu, kerja mlulu,” katanya. Makian tersebut ditujukan kepada Fera yang menggunakan kaos berlogo #DiaSibukKerja. “Saya digiring dari kalangan mereka juga. Terus ke jalan Thamrin. Di situ saya dijemput suami teman saya,” katanya. Korban intimidasi CFD lainnya, Siti Tarumaselej juga bercerita sempat diolok-olok kelompok yang beda kubu aspirasi politik. “Saya juga diolok-olok. Dikepret-kepret uang di muka saya,” katanya. Sampai akhirnya ia bisa lolos dari situasi tegang tersebut. Dalam part selanjutnya terdapat pembahasan mengenai insiden yang terjadi pada acara Car Free Day. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah angkat bicara soal insiden CFD. Menurutnya, masyarakat demokrasi adalah yang aktif dan dinamis dengan perbedaannya. Sehingga apa yang terjadi di CFD merupakan sesuatu yang apa adanya. “Jangan sampai kalau ada masalah dia meledak,” katanya. Dia melanjutkan insiden CFD sudah keliru. Sebab tak bisa membiarkan dua kelompok yang berbeda aspirasi politik dalam satu lokasi. “Kalau salah pakai baju sepak bola saja bisa babak belur,” katanya. Perang Tagar Berujung Konflik dalam part ini terdapat pembahasan mengenai perang tagar bermuatan pesan dukungan di Pilpres 2019. Perang tagar ini memanas tak hanya di jagad maya, tapi juga tercermin dalam realita lewat distribusi atribut berupa kaos dengan tagar masing-masing. Benarkah Isu Penguasa Selalu Ditutupi? Dalam part ini Politikus Gerindra, Riza Patria mempersoalkan insiden dua orang meninggal saat pembagian sembako di Monas. Menurutnya, hal ini harus dibuka. Jelang 2019, hoaks dan kampanye hitam diperkirakan akan makin kuat. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menjawab enteng persoalan tersebut. “Itu wilayah penegakan hukum,” katanya. Ia juga mengkritik Presiden Jokowi yang menganggap politik jahat. Sebab, dalam medan kampanye khususnya media sosial, presiden harus hadir dalam perdebatan politik. “Ini medium positif. Dia harus kontributif dalam perdebatan politik,” katanya. Belajar Berpolitik Waras, dalam part ini seorang Budayawan Prie GS memberikan refleksi atas insiden CFD. Berikut kutipannya: Saudaraku Demokrasi Bukan hanya berisi aku dan kamu Ia juga berisi ia, kalian, kami dan mereka. Kesemuanya itulah yang disebut kita. Menjadi kita sungguh tak sederhana. Karena indah dan tak indah, baik dan buruk bahkan salah dan benar, tak lagi hanya tergantung dari sudut pandangku dan sudut pandangmu Melainkan juga sudut pandangnya, sudut pandang kalian, sudut pandang kami dan sudut pandang mereka. Maka di dalam ruangku dan ruangmu juga ditempati oleh semua pihak yang akhirnya di sebut kita itu. Itulah realitas yang dibaca dengan sangat baik oleh Empu Prapanca yang melahirkan Bhineka Tunggal Ika. Itulah yang disadari oleh Soekarno dalam yang melahirkan Pancasila. Maka saudaraku, Demokrasi tak mungkin berisi hanya aku dan kamu tanpa dia, kalian, kami dan mereka. Maka jika aku sedang tak sependapat denganmu Bukan berarti aku bukan bagian dari dirimu. Begitu juga kalau kamu sedang tak sepaham dengan ku bukan berarti kau bukan bagian dari diriku. Jika pilihanmu bukan pilihanku Tak cukup alasan bagiku untuk membenci pilihanmu Karena ia pasti juga pilihan dia, pilihan kalian, pilihan kami dan pilihan mereka, Yang akhirnya aku dan kamu Mau tak mau, suka atau terpaksa Harus menjadi kita. Demokrasi tanpa kita Sungguh harus dicegah karena ia mengancam keberlangsungan bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REPUBLIK DIGITAL

Saban akan atau bangun tidur, ponsel sesuatu yang tak bisa lepas untuk dicari. Kebutuhan pekerjaan, komunikasi, membuat status baru untuk ek...