Kamis, 24 Mei 2018

REPUBLIK DIGITAL

Saban akan atau bangun tidur, ponsel sesuatu yang tak bisa lepas untuk dicari. Kebutuhan pekerjaan, komunikasi, membuat status baru untuk eksis di media sosial, belanja sampai cari pasangan semua berada dalam genggaman. Sebuah situs internasional allaccess.commerilis dalam 60 detik tiap hari rata-rata manusia di seluruh dunia bisa membuat puluhan jutaan pesan melalui ponsel. Mulai membuat unggahan hingga 480 ribu status twitter, 174 ribu untuk menggeser gambar di Instagram, mengirim 38 juta pesan whatsapp, 18 juta pesan SMS terkirim, 973 ribu login ke Facebook, 4,3 juta menonton video di YouTube hingga 3,7 juta melakukan pencarian di google dan 3,7 juta mengirim email, serta 1,1 juta pesan mencari pasangan di Tinder. Itulah yang terjadi di dunia digital hanya dalam waktu 60 detik. Sesuatu yang akan menarik kalau bisa dimanfaatkan dengan kreatif. Jadi apa yang bisa kamu lakukan di tengah era digital saat ini? Gibran Rakabuming Raka, Pengusaha Muda sekaligus putra sulung Presiden Joko Widodo menekuni bisnis kuliner. Mulai dari katering dengan Chilli Pari, hingga martabak dengan brand Markobar. Bersama adiknya, Kaesang Pangerap, Gibran meluncurkan aplikasi kuliner bernama Madhang.id. Konsepnya menawarkan makanan rumahan dengan koki ibu-ibu rumah tangga. Selain itu, ia juga ikut bermain dalam bisnis permainan papan (Board Game). Isinya, mainan yang mengangkat budaya asli Indonesia. Gibran mengaku mengenal internet sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. “Kalau sosial media dari munculnya Friendster,” kata Gibran. Kreativitasnya untuk memanfaatkan internet tidak sampai situ. Ia juga pernah membuat kaos bergambar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dengan tulisan ‘Tenggelamkan’. Kaos ini kemudian ia dagangkan. “Saya nge-fans banget sama Bu Susi, jadi bikin kaosnya atas seizin Bu Susi juga,” kata Gibran. Hal ini mendapat respon langsung dari Susi Pudjiastuti. “Bangga juga, apalagi putra pak presiden. Yang tidak menghargai penenggelaman kapal, saya tenggelamkan. Penenggelaman di sini patriotik untuk negara. Kalau anak muda punya semangat patriotisme untuk negara, bagus,” katanya di tempat terpisah. Gibran Rakabuming Raka, Putra Sulung Presiden Jokowi mengaku tak sekadar memanfaatkan media sosial untuk memasarkan bisnisnya. Ia mulai menekuni kuliner berbasis aplikasi bernamaMadhang.id. “Untuk Madhang, ini usaha pertama saya yang bergerak di bidang IT. Tapi masih belajar juga,” katanya Madhang adalah aplikasi berbasis android ruang bisnis bagi ibu-ibu rumah tangga untuk bisa menjual makanan yang dimasak di rumah ke masyarakat luas. Selain itu, Gibran juga sedang menggarap aplikasi lain bernama Kerjaholic. “Itu belum di-launching. Tapi intinya, aplikasi ini menghubungkan yang mencari kerja dan yang membutuhkan pekerjaan,” katanya. Sementara itu, bisnis Markobar-nya akan go internasional. “Lagi mengurus izin usaha di Manila. Orang sana senang yang manis-manis,” katanya. Markobar sendiri sudah memiliki 35 cabang di Indonesia.

Selasa, 22 Mei 2018

MELAWAN TERORISME

Daniel Agung Putra Kusuma. Remaja yang masih duduk di kursi SMP itu merupakan korban teror bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat, Jalan Arjuna, Surabaya. Dalam peristiwa yang terjadi Minggu 13 Mei 2018, Daniel sempat menghalau mobil yang membawa bom masuk ke dalam gereja. Ia disebut-sebut sebagai pahlawan cilik. Budi, ayah Daniel sempat kebingungan saat mengetahui bom ledakan di Gereja Pantekosta Pusat. Berdasarkan cerita saksi, menurut Budi, Daniel berusaha menghalangi mobil. &Jadi dia (Daniel-red) yang menghalang-halangi mobil itu,& tambah Budi. Daniel juga dikenal sebagai anak yang senang bergaul. &Dia bisa bergaul sama siapa saja,& ungkap Sumijah, Nenek Daniel. Dalam peristiwa ini, selain Daniel setidaknya 7 orang tewas termasuk pelaku bom bunuh diri, Dita Oepriarto. Kalau saja Daniel tak berusaha menghalau kendaraan bom bunuh diri, korban jiwa mungkin akan lebih banyak. Rentetan teror tak hanya di Surabaya, hingga Rabu 16 Mei 2018, serangan dan penangkapan terduga teroris terus terjadi. Terakhir serangan Mapolda Riau. Satu polisi tewas dalam serangan ini dan 4 pelaku penyerangan tewas. Serangan di Jawa Timur tak hanya di 3 gereja (Santa Maria Ngagel, GKI Diponegoro, Pantekosta Pusat). Baru saja menjejakkan kaki di Surabaya, Mata Najwa langsung dihadapkan dengan aksi serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya. Saat itu juga Mata Najwa langsung menuju lokasi juga mewawancarai polisi yang berupaya menghentikan para pelaku bom yang dilakukan 1 keluarga. &Pendengaran, masih tidak enak,& kata Ahmad Muaffan saat ditemui di rumah sakit. Muaffan adalah polisi yang menghentikan sepeda motor yang membawa bom di Polrestabes Surabaya. Muaffan menceritakan sepeda motor meledak sesaat dihentikan. Dalam peristiwa ini 4 pelaku bom bunuh diri tewas di tempat. Seorang anak yang menjadi korban ideologi orangtuanya selamat dan masih dirawat di rumah sakit. Kejadian di Senin pagi ini juga membuat 4 polisi luka. Malam sebelum bom di Polrestabes Surabaya, terjadi ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Ledakan ini diduga berasal dari bom yang sedang dirakit. Polisi juga melumpuhkan terduga teroris, keluarga penghuni Rusunawa karena saat ditemukan masih memegang pemantik bom. Mata Najwa menelusuri Rusunawa ini. Polisi juga sempat menunjukkan bahan-bahan peledak yang diambil dari lokasi kejadian. Bahan peledak ini berupa bubuk belerang dan sejumlah pipa dan kabel. &Terduga masih hidup. Napas tersenggal saat kita masuk,& kata AKP Samirin sambil mengingat kejadian ledakan di Rusunawa Wonocolo, Senin 14 Mei 2018. Keberadaan orang-orang di dalam ruangan justru didapat dari informasi salah satu anak yang selamat. &Kita tahu di dalam itu dari anaknya. Ada bapak, ibu dan kakak,& lanjut Samirin. Sementara itu sekuriti Rusunawa, Nurbani mengatakan pelaku peracik bom dikenal tertutup dengan tetangga. &Orangnya pendiam dan jarang bergaul dan bertegur sapa dengan penghuni lainnya,& katanya. Kepolisian melaporkan, ledakan di Rusunawa ini menewaskan pelaku peracik bom Anton Ferdiantono tewas. Selain itu, isteri pelaku Puspita Sari dan 1 anak tewas dalam peristiwa ini. Sementara itu, 3 anak lainnya selamat. Menurut Kapolri Tito Karnavian, bom yang ada di Rusunawa ini merupakan jenis bom yang biasa dipakai kelompok teroris ISIS. &Mereka sekarang gunakan TATT yang dapat didapatkan di mana pun, tapi daya bakarnya highexplosive,& katanya. Dari rangkaian teror di Surabaya, sorotan utama tertuju pada terduga teroris keluarga Dita Oeprianto. Polisi menyatakan Dita adalah Ketua Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur. JAD merupakan organisasi yang terafiliasi dengan ISIS. Pengusaha minyak dan herbal ini menjadi otak bom 3 gereja di Minggu pagi, 13 Mei 2018. Ia melibatkan istri dan keempat anaknya, termasuk yang masih di bawah umur menjadi &pengantin& pelaku bom bunuh diri. Mata Najwa mendatangi rumah keluarga Dita di kawasan Wonorejo, yang dikenal sebagai kawasan elit di Surabaya. Menurut Kapolri, Tito Karnavian, serangan satu keluarga ini sudah dilakukan di beberapa negara lainnya. Tapi dia mencatat untuk tidak mengaitkan tindakan teroris dengan Islam. &Jangan kaitkan dengan agama apa pun. Islam bukan teroris, teroris bukan Islam,& kata Kapolri, Tito Karnavian. Saat ini, RUU Antiterorisme masih dibahas di DPR. RUU ini dianggap lambat disahkan, karena sudah diajukan sejak 2016 lalu. Menurut Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), AnsyaadMbai, regulasi ini sudah sangat mendesak untuk disahkan, terutama tentang pelibatan TNI di dalamnya. Selain itu regulasi tentang penanggulangan terorisme saat ini masih berkutat pada upaya penindakan. &UU yang lama lebih banyak reaktif. Ini kita bisa lihat ada pergeseran tarik-menarik antara institusi,& lanjut Ansyaad. &Polisi itu sudah tahu jaringannya. Tapi mereka tidak bisa memproses karena tidak ada payung hukumnya,& tambah Ansyaad. Menurut Anggota Pansus RUU Antiteroris, Nasir Djamil dalam masa sidang sebelumnya, pemerintah dan DPR sudah sepakat untuk memperpanjang pansus RUU Terorisme. &UU ini diharap lebih pro aktif dan preventif,& katanya. Presiden bereaksi keras di tengah rentetan serangan teroris di tanah air. Ia mengultimatum akan mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang Undang (Perppu) tentang Penanggulangan Terorisme jika RUU Antiterorisme tak juga disahkan oleh DPR. Saat ini, pembahasan RUU Antiterorisme mandek terkait persoalan definisi terorisme. Pemerintah mengusulkan definisi terorisme adalah segala perbuatan yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal atau mengakibatkan kerusakan serta kehancuran terhadap obyek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas public atau fasilitas internasional. Pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme diatur dalam RUU Antiterorisme. Namun sejauh ini masih menjadi perdebatan, siapa yang akan menjadi komando dalam penanggulangan terorisme, Polisi atau TNI? Menurut Kapolri, Jenderal Tito Karnavian penanggulangan terorisme sudah didiskusikan dengan Panglima TNI, Jenderal Hadi Tjahjanto. Menurutnya, TNI tidak keberatan untuk dilibatkan dalam aksi pemberantasan terorisme. &Dari TNI tidak keberatan kalau dibutuhkan,& katanya. Tito mencatat, RUU Antiterorisme harus diselesaikan. Sebab saat ini yang dibutuhkan adalah keamanan nasional. &Jadi masyarakat butuh perlindungan,& katanya. Di sisi lain, Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), AnsyaadMbai satu hal yang penting tentang RUU Antiterorisme adalah mengagung-agungkan aksi terorisme. &Di negara lain, kalau ada yang melakukan glorifyterorism , itu ditangkap,& katanya.

Senin, 14 Mei 2018

melarang ormas terlarang

Tahrir resmi dilarang di Indonesia, dalihnya bertentangan dengan dasar negara. Upaya hukum sudah dilakukan, pengadilan tingkat pertama telah memutuskan. Sebenarnya ini bukan keputusan yang langka, sejumlah negara sudah lebih dulu melarangnya. Dari Turki hingga Tunisia, dari Malaysia sampai Saudi Arabia. Mengapa dimana-mana Hizbut Tahrir dilarang, benarkah larangan bisa selesaikan pesoalan? Melarang Ormas Terlarang: HTI Dibubarkan : Bela Pancasila VS Kezaliman “Sejak awal kami menilai keputusan pemerintah itu adalah sebuah kezaliman”, ujar Juru Bicara HTI Ismail Yusanto. Sementara itu Kuasa Hukum pemerintah Achmad Budi Prayoga menegaskan putusan hakim yang sudah dibacakan sudah memberikan hak kepada eks HTI untuk membuktikan dalil-dalilnya.  Melarang Ormas Terlarang: Kontroversi Gebuk Ormas Oleh Achmad Budi Kuasa Hukum Pemerintah dalam kasus HTI menilai HTI merupakan organisasi politik. “Ada 200 kegiatan yang kami sampaikan sebagai bukti dan tidak ada bantahan. Melalui Perppu Ormas, Indonesia melakukan penegakan hukum dan kita tetap berikan kesempatan HTI membela diri.” Dibalas oleh Ismail Yusanto Juru Bicara HTI, “Semua kegiatan HTI telah berlangsung, damai, tertib, dan legal. Kenapa sekarang malah menjadi masalah. Jadi HTI ini sebenarnya melanggar apa? Soal pelanggaran UU Ormas itu kan asumsi. Jadi Hizbut Tahrir dipersalahkan karena asumsi dan persepsi.” Lebih lanjut Ismail menyatakan, “HTI itu gerakan dakwah Islam dalam kesatuan NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 1945. Itu ada dalam AD/ART. Jadi tidak ada bukti HTI mau mengganti Pancasila.” Adu argumen berlanjut dari Komandan Baser Nasional, Alfa Isnaeni, “Fakta dilapangan, HTI mengusung khilafah, kalau khilafah ya tak setuju Pancasila. Jangan diprovokasi masyarakat untuk berpolitik utopis.”  Melarang Ormas Terlarang:  Perppu Ormas Jadi Aturan Palu Gada? Kalangan LSM menolak pemberlakuan Perppu Ormas. Haris Azhar, Direktur Eksekutif Lokataru menilai jaminan kebebasan berekspresi dalam demokrasi menjadi dasar bagi HTI mencari keadilan. Namun disisi lain, pemerintah yang menyatakan Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika bisa terjebak dengan adanya Perppu. Haris pun mempertanyakan, apakah ada jaminan Perppu tersebut tak disalahgunakan di kemudian hari, karena kepemimpinan di republik ini akan berganti, sementara kekuatan Perppu Ormas yang telah jadi Undang-Undang tersebut tetap di genggaman. Romi Ketua PPP sebagai salah satu parpol pendukung pemerintah berujar, “Tak perlu ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, sepanjang kita berfondasi pada Pancasila dan NKRI. Tentu peraturan yang telah dibuat tak luput dari kekurangan, tapi selalu terbuka untuk terus disempurnakan.”  Melarang Ormas Terlarang: Membedah HTI HTI mengklaim memiliki banyak anggota terdaftar, namun enggan membuka detail angka berapa jumlahnya. Lalu bagaimana pendekatan kepada masyarakat? Jubir HTI menyatakan pendekatannya melalui dakwah dan ajaran HTI disebar ke semua lini dari sekolah, kampus, hingga perkantoran. Serta Ismail Yusanto mengklaim, “Soal khilafah ini bukan hanya soal Hizbut Tahrir. Jadi jika ada yang setuju khilafah, tidak bisa juga diklaim itu adalah Hizbut Tahrir.” Namun argumen ini tak membuat pemerintah memberi ruang. Jika ada benturan kepentingan apalagi menyangkut ideologi dan dasar negara, ini menjadi kekhawatiran sejumlah pihak, seperti yang diungkapkan oleh Ketum PPP Romahurmuziy.  Melarang Ormas Terlarang: Doktrin-Doktrin HTI Secara lantang Jubir HTI Ismail Yusanto menyatakan, “Pada tahun 2002 HTI pernah menyampaikan ke MPR tentang gagasan perubahan UUD”. Disampaikan pula bahwa hal itu dilakukan secara terbuka dan konstitusional. HTI mengklaim ingin melakukan perubahan justru karena mencintai negeri ini. Jika ada cara atau sudut pandang yang berbeda apa salahnya? Pertentangan argumen dan cara pandang ini membuat upaya penegakan hukum maupun merangkul semua golongan seolah terpisah jurang. Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar menyatakan, “Ada bandul keterbatasan, namun ada bandul kebebasan. Mungkinkah keduanya dapat mengayun secara berimbang.”  Melarang Ormas Terlarang: Kontroversi Dakwah HTI Perbedaan ideologi membuat benturan di masyarakat tak terelakkan. Komandan Banser Nasional, Alfa Isnaeni menceritakan ada banyak peristiwa pertemuan dan dakwah yang dilakukan HTI memicu kontroversi di sejumlah daerah. Banser mengklaim penindakan/pembubaran yang mereka lakukan selalu dilakukan bersama penegak hukum. Namun Jubir HTI menyatakan ada kelompok-kelompok, termasuk Banser, yang justru mengganggu jalannya dakwah yang seharusnya dilindungi Undang-Undang dalam demokrasi. Fakta ini dinilai kuasa hukum pemerintah dalam kasus HTI, Achmad Budi Prayoga sebagai contoh atau fakta, dimana negara harus hadir dan menegakkan hukum melalui penerapan aturan demi kebaikan semua pihak.  Melarang Ormas Terlarang: HTI Masuk Parpol Tiga puluh tahun lebih berkiprah, HTI telah berevolusi menjadi ormas dengan jumlah anggota yang dinilai cukup besar di Indonesia. Basis massa ini tak di pungkiri menjadi komoditas politik yang potensial untuk meraup suara. Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum HTI sekaligus Ketua Umum PBB berkilah, ”Pada waktu HTI dicabut status badan hukumnya masih jauh dari Pemilu, mereka berkonsultasi dan memutuskan untuk membela HTI. “Saya bekerja sebagai advokat profesional saya membela HTI sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, tanpa bayaran.” Meski demikian Yusril tak menampik , terbuka jika ada anggota HTI Yang bergabung ke partainya, “Alhamdulillah, cukup banyak yang bergabung dengan PBB, dan sudah ada yang mau jadi caleg juga.” Sementara Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan ujung dari setiap kebijakan pemerintah untuk menjaga persatuan dan merangkul semua pihak. Kemana pun mantan anggota HTI akan berlabuh, siapapun berhak mengulurkan tangan untuk bergandengan.

Senin, 07 Mei 2018

BARA JELANG 2019

Pada tayangnnya kali ini, Najwa Shihab memberikan tema pada acara Mata Najwa yang dibawaknnya yakni “Bara Jelang 2019”.  Dalam tema terebut terdapat pembahasan-pembahasan yang sangat menarik. Diantaranya terdapat kesaksian korban intimidasi CFD. Dalam perbincangannya  Korban-korban intimidasi CFD, Susi Ferawati menceritakan, awalnya dia ketinggalan barisan dari pembagian kaos berlogo #DiaSibukKerja. Ia tak menyangka kejadian tersebut begitu cepat. “Kita ketinggalan barisan. Saat itu belum ada kerumunan. Ada pergerakan dari Sudirman ke Bundaran HI. Dan foto-foto, ada ibu-ibu mulai datang. Dan mereka colek saya, mereka bilang, ‘kaosnya dikasih,” kata Fera. Fera melanjutkan, makian makin keras karena orang-orang makin berkumpul. “Dasar babu, kerja mlulu,” katanya. Makian tersebut ditujukan kepada Fera yang menggunakan kaos berlogo #DiaSibukKerja. “Saya digiring dari kalangan mereka juga. Terus ke jalan Thamrin. Di situ saya dijemput suami teman saya,” katanya. Korban intimidasi CFD lainnya, Siti Tarumaselej juga bercerita sempat diolok-olok kelompok yang beda kubu aspirasi politik. “Saya juga diolok-olok. Dikepret-kepret uang di muka saya,” katanya. Sampai akhirnya ia bisa lolos dari situasi tegang tersebut. Dalam part selanjutnya terdapat pembahasan mengenai insiden yang terjadi pada acara Car Free Day. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah angkat bicara soal insiden CFD. Menurutnya, masyarakat demokrasi adalah yang aktif dan dinamis dengan perbedaannya. Sehingga apa yang terjadi di CFD merupakan sesuatu yang apa adanya. “Jangan sampai kalau ada masalah dia meledak,” katanya. Dia melanjutkan insiden CFD sudah keliru. Sebab tak bisa membiarkan dua kelompok yang berbeda aspirasi politik dalam satu lokasi. “Kalau salah pakai baju sepak bola saja bisa babak belur,” katanya. Perang Tagar Berujung Konflik dalam part ini terdapat pembahasan mengenai perang tagar bermuatan pesan dukungan di Pilpres 2019. Perang tagar ini memanas tak hanya di jagad maya, tapi juga tercermin dalam realita lewat distribusi atribut berupa kaos dengan tagar masing-masing. Benarkah Isu Penguasa Selalu Ditutupi? Dalam part ini Politikus Gerindra, Riza Patria mempersoalkan insiden dua orang meninggal saat pembagian sembako di Monas. Menurutnya, hal ini harus dibuka. Jelang 2019, hoaks dan kampanye hitam diperkirakan akan makin kuat. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menjawab enteng persoalan tersebut. “Itu wilayah penegakan hukum,” katanya. Ia juga mengkritik Presiden Jokowi yang menganggap politik jahat. Sebab, dalam medan kampanye khususnya media sosial, presiden harus hadir dalam perdebatan politik. “Ini medium positif. Dia harus kontributif dalam perdebatan politik,” katanya. Belajar Berpolitik Waras, dalam part ini seorang Budayawan Prie GS memberikan refleksi atas insiden CFD. Berikut kutipannya: Saudaraku Demokrasi Bukan hanya berisi aku dan kamu Ia juga berisi ia, kalian, kami dan mereka. Kesemuanya itulah yang disebut kita. Menjadi kita sungguh tak sederhana. Karena indah dan tak indah, baik dan buruk bahkan salah dan benar, tak lagi hanya tergantung dari sudut pandangku dan sudut pandangmu Melainkan juga sudut pandangnya, sudut pandang kalian, sudut pandang kami dan sudut pandang mereka. Maka di dalam ruangku dan ruangmu juga ditempati oleh semua pihak yang akhirnya di sebut kita itu. Itulah realitas yang dibaca dengan sangat baik oleh Empu Prapanca yang melahirkan Bhineka Tunggal Ika. Itulah yang disadari oleh Soekarno dalam yang melahirkan Pancasila. Maka saudaraku, Demokrasi tak mungkin berisi hanya aku dan kamu tanpa dia, kalian, kami dan mereka. Maka jika aku sedang tak sependapat denganmu Bukan berarti aku bukan bagian dari dirimu. Begitu juga kalau kamu sedang tak sepaham dengan ku bukan berarti kau bukan bagian dari diriku. Jika pilihanmu bukan pilihanku Tak cukup alasan bagiku untuk membenci pilihanmu Karena ia pasti juga pilihan dia, pilihan kalian, pilihan kami dan pilihan mereka, Yang akhirnya aku dan kamu Mau tak mau, suka atau terpaksa Harus menjadi kita. Demokrasi tanpa kita Sungguh harus dicegah karena ia mengancam keberlangsungan bersama.

REPUBLIK DIGITAL

Saban akan atau bangun tidur, ponsel sesuatu yang tak bisa lepas untuk dicari. Kebutuhan pekerjaan, komunikasi, membuat status baru untuk ek...