Sabtu, 24 Maret 2018
Minggu, 18 Maret 2018
Masih pilpres 19
SIAPA BERANI JADI PRESIDEN
(14 Maret 2018)
Pak Jokowi akan pasti mencalonkan dirinya menjadi kandidat calon presiden 2019, siapa kira kira rival atau pesaing yang akan pasti maju di pilpres 2019?
Kali ini Najwa Shihab membahas dan mendiskusikan di talk show nya Mata Najwa dengan judul #siapaberanijadipresiden dengan menghadirkan beberapa tokoh yang pasti dan kemungkinan maju di pagelaran akbar pilpres 2019. Untuk pertama Najwa berbicara dengan Rizal Ramli yang pernah mencalonkan di pilpres namun gagal hingga dua kali. #RizalRAmli sangat percaya diri untuk siap maju pilpres 2019, pak rizal mengatakan selalu tak pernah puas dengan kinerja pemerintahan sejak masih dalam masa perkuliahan, kok bisa bangsa yang kaya raya ini mempunyai 80 juta anak sd yang tidak bisa sekolah karena tak mampu membayar uang sekolahmya. Diambil lah inisiatif untuk memperjuangkan Indonesia memiliki wajib belajar 6 tahun, masih tidak percaya dengan bangsa ini yang caranya mempunyai pendidikan, kesehatan yang buruk. Pemilihan presiden ibarat membelah duren, duren yang pertama adalah dalam nya yg terasa enak, membuka nya meski hati hati karena banyak duri yang mengelilingi tidak boleh sembarangan, tapi ketika sudah terbuka akan menghasilkan suatu rasa, nikmat dan keindahan nya. Analoginya seperti duren ini adalah bangsa ini duri durinya adalah masalah masalah yang harus dihadapi, dan isinya adalah kemakmuran masyarakatnya. Rizal ramil pernah di tanya oleh pak Jokowi kenapa kok bilang kepret? Begini ceritanya petani menanam padi di desa tikusnya banyak, tikus nya kita kepret bikin heboh, tikusnya kabur panennya bisa buat rakyat, lah di Indonesia tikusnya banyak banget harus dikepret. Jadi 2019 beliau akan menggenjot 20x menjadi 10% untuk pertumbuhan ekonomi.
Rizal Ramli cukup percaya diri untuk pilpres 2019 meski hanya mempunyai kekayaan ataun harta saat ini hanya 24 milyar, harta tersebut tidaklah cukup digunakan untuk maju di pemilihan bupati apalagi di pilpres. Beliau menegaskan kembali bahwasanya bermodal keberanian dan keyakinan, beliau juga masih tidak mempunyai partai politik untuk mendampinginya, namun tidak ada partai partai di dunia ini yang tidak mau menjadi partai oposisi melainkan semua ingin menang. Beliau dinilai masyarakat juga masih belum memilik elektibilitas. Tentang pak Jokowi dan pak Prabowo beliau mengungkapkan bahwasanya pak Jokowi baik dan gak neko neko, kalo dinilai tentang menjadi pemimpin yang sukses biar rakyat yang menilai nya.
Untuk tamu yang ke 2 Najwa memanggil Muhaimin Iskandar atau yang lebih dikenal biasanya dengan sebutan #CakImin langsung saja si Nana sebutan dari Najwa Shihab melontarkan pertanyaan nya tentang mengapa hanya berani jadi calon wakil presiden mengapa tidak menjadi calon presiden nya saja?
Ketua umum PKB ini mencalonkan dirinya di pilpres 2019 mempunyai latar belakang aktivis sosial, menjadi denyut nadi umat Islam dll, politik menjadi sarana yang harus memfasilitasi keagamaan dan sosial, politik menjadi tanggung jawab untuk melindungi menyerap ekspresi dan apresiasi dengan demikian keberanian menjadi cawapres untuk menindak lanjuti peluang dan kesempatan. Perbandingan kelebihan cak Imin dengan calon calon lain dipertanyakan untuk hal ini, kelebihan cak sangat lengkap, menjadi aktivis dan sejak lahir cak sudah menjadi NU bapak ibu cak merencanakan anak yang dilahirkan ini pasti aktivis NU. Pengalaman di masyarakat dan bau keringat di masyarakat sudah menjadi bagian dari keseharian saya. Cak ini ibarat pesawat kelas eksekutif pernah dan legislatif pernah, pernah di menteri pernah di DPR kurang lengkap apalagi sebagai kekuatan yang berpengalaman, dibandingkan dengan yang lain rugi jika tidak mengajak saya. Cak pernah berbicara ke teman teman pendukung pak Jokowi, bahaya jika memilih cawapres yang salah bisa kalah, wapres yang tepat itu adalah Muhaimin Iskandar.
Untuk siapa yang menjadi pendampingnya untuk saat ini masih ada yang jelas 1, pak Prabowo yang katanya mendeklarasikan dirinya sampai saat ini masih belum terlihat jadi yang pasti pasti aja seperti pak Jokowi.
Untuk tamu yang terakhir yaitu pak Gatot mantan panglima TNI , beliau mengemukakan bahwa kekuatan bangsa ini adalah di budaya, ini yang beliau ingatkan berulang kali bahwa ini yang membuat bangsa ini menjadi kuat. Apabila rakyat menghendaki #Gatot siap jadi presiden bagaimana mengukurnya rakyat menghendaki atau tidak adalah tentunya ada beberapa alat ukur, berdasarkan survei pernyataan pernyataan.
Pak Gatot berpidato ketika melakukan kunjungan nya ke salah satu pesantren, “salah satu pemimpin negara harus beriman dan bertaqwa dengan benar satukan hati kita untuk Indoneasia. Jangan terpecah pecah lagi salah satu kekuatan bangsa ini ada di rakyat. Ketika sudah menyatukan hati ini tidak akan di pecah pecah , ini yang paling penting. Itu slogan untuk bangsa Indonesia untuk keperluan bangsa ini aman. Beliau masih belum bisa bicara mengenai capres karena masih menghitung harinya usai atau pensiun di panglima nya saat ini. Akan tetapi beliau sudah terlihat siap dengan pilpres ini jika masyarakat banyak yang menghendaki.
Bangsa ini adalah bangsa yang aneh, tidak mempunyai rencana jangka panjang sedangkan orangtua saja mempunyai rencana jangka panjang untuk anaknya. Ini bangsa yang sangat besar hanya direncanakan oleh seorang presiden selama 5 tahun punya jangka 10 tahun setengahnya selesai diganti dengan presiden lain apa yang akan terjadi? Ini bukan maksutbeliau mendukung pak Jokowi untuk menjadi presiden di 2 periode. Pak prabowo adalah seior saya figur politik sejati dan bela negara tentunya saya sangat menghormati kedua nya antara pak Jokowi dan pak Prabowo.
Episode mata najwa kali ini bekerjasama dengam detik.com untuk mensurvei netizen sesuai dengan judul SIAPA BERANI JADI PRESIDEN tanggapan tersebut di nilai oleh netizen yang berpresentase GATOT NURMANTO 53% RIZAL RAMLI 7% dan CAK IMIN 40%.
Mungkin hanya ini yang bisa saya tuliskan apabila ada kesalhan dan bahasa yang tidak sopan mohon dimaafkan terimaksih telah mengunjung blog pribadi saya dan membaca nya.
M ainul yaqin 18 Maret 2018
Senin, 12 Maret 2018
GELANGGANG TINJU JOKOWI
(7 maret 2018)
Selamat
pagi, dalam pertemuan pertama ini saya ditugaskan untuk mengulik dan
menceritakan kembali apa yang telah di diskusikan oleh Najwa Sihab pada acara
talk show Mata Najwa yang setiap hari rabu di salah satu media televis swasta
Indonesia. Tugas ini untuk memenuhi perkuliahan Sistem Informasi Manajemen
semester 4.
Pemilihan
presiden (pilpres) hampir kurang lebih 5
bulan lagi , namun sudah mulai memanas pada akhir akhir ini pak Jokowi lah
sebagai dalang untuk mencalonkan kembali sebagai orang nomor satu di negri ini.
Bukan tidak ada tantangan dalam hal ini untuk pak Jokowi, melainkan banyak tim
rival yang sudah menghadang untuk menjegal langkah pak Jokowi untuk menjadi
presiden yang akan datang. Diskusi kali ini meng hadirkan dua kubu, kubu kanan yaitu
kubu pemenangan pak Jokowi dalam pilpres mendatang diantara nya pak Moeldoko
(kepala staff presiden), pak Komarudin (ketua DPP PDIP perjuangan) dan pak
Jhony G Plate (sekjen partai Nasdem) sementara di kubu kiri merupakan tim dari
rival pak Jokowi diantaranya pak Ahmad Riza (ketua DPP Gerindra), pak Mardhani
(ketua DPP PKS) dan satu ini yang netral terhadap kubu kanan dan kiri namun
ditaruh dalam kubu yang sebelah kiri yaitu pak fifa yoga (wakil ketua umum
Pan).
Panas nya politik
menuju pilpres 2019 menimbulkan banyak kegiatan yang menjelekkan berbagai kubu,
masyarakat semakin tidak mengerti antara percaya atau mudah percaya, atau tidak
tau menau soal hal politik dan akhirnya mudah dihasut untuk dalam gesekan
gesekan seperti ini. Dalam kali ini yang
sering kita lihat dalam berbagai media banyaknya berita yang tidak benar benar
terjadi atau bohong, atau yang sering disebut dengan kabar HOAX. Pak Jokowi
sendiri sudah benar benar menegaskan jika ada pelanggaran hukum seperti Sarachen,
Muslim Cyber Army (MCA) selesaikan kejar tuntas karena itu bisa menyebabkan
desentralisasi bangsa, mereka mereka lah yang menyebabkan gesekan di
masyarakat yang pada ujung akhirnya
timbul kebencian dan saling bermusuh antara lain kubu. Penangkapan –
penangkapan terduga pelaku merupakan orang – orang yang kerap melontarkan
kritikan kritikan terhadap pemerintah, ini merupakan sangat bahaya bagi
masyarakat luas persoalan jika dibiarkan akan merusak struktur sosial, hati
hati dengan keadaan seperti ini, karena masyarakat semua akan kena dampaknya.
Kerusakan bangsa harus disikat, ini kerusakan bukan hal yang biasa, bukan hanya
tertuju ke pemerintah melainkan kepada bangsa Indonesia.
Dilain pihak
sangat setuju dengan Hoax diberi sanksi atau di penjarakan namun sejauh mana
pemerintah dan aparat berintegritas menjaga netralitas terhadap hukum dan
keadilan. Contoh sederhana ketua MCA tersebut ternyata bukan orang MCA, dia
mulai awal adalah pendukung Ahok bahkan bersebrangan dari kawan kawan nya,
fakta membuktikan dengan rekam digital informasi sudah tersebar di media. Oleh
sebab itu penangkapan hoax harus adil tidak ada tebang pilih dalam penangkapan.
Cara pemerintah pak Jokowi di anggap salah atau gagal dalam penegakannya
pemerintah gagal dalam fenomena baru banyak suara suara yang penegakanya hanya
sikat kejar tuntaskan akan tetapi tidak ada penegakan lain dalam mengatasi
fenomena tersebut, Karena dinilai hanya sekedar drama saja dan tidak akan
selesai. Akan tetapi ujaran kebencian hoax, MCA tersebut harus benar benar di
berantas sampai pada ekor ekor nya tindakan tersebut merupakan keinginan sebuah
pihak yang ingin mendegredasikan pemerintahan.
Kontroversial
kunjungan parpol ke istana menjadi pembicaraan di masyarakat apakah kegiatan
tersebut adalah tindakan kampanye dan pemenangan capres 2019 oleh pak Jokowi.
Tentu saja itu merupakan tindakan salah jika iya benar terjadi, karena utuk
sekarang adalah bukan masa kampanye dan itu sangat melanggar apalagi kunjungan
tersebut dilakukan di Istana kepresidenan. Para pemimpin parpol boleh saja
datang ke istana jika duduk bersama membahas tentang sebuah kebersamaan,
kerakyatan, kebangsaan, tidak untuk kemanangan atau strategi untuk menang dalam
pemilihan capres mendatang. Semua orang boleh saja berkunjung ke istana akan
tetapi tidak dalam hal membahas kemenangan dan strategi menang pilpres. Dalam
siapa yang berkunjung pernah berkunjung juga rival dari pak Jokowi, pak Prabowo
akan tetapi kunjungan tersebut tidak membahas sedikitpun tentang pilpres atau
pemilu melainkan hanya sekedar menjalin silaturahmi mempersatukan dua kelompok
yang sedang bersebrangan.
Rapor
kegiatan pemerintah Jokowi menjadi sorotoan kali ini, kinerja pak Jokowi yang
tidak bisa dibantah hari ini bahwa membangun dari desa dan perbatasan. Sehingga
desa menjadi maju dan berkembang, yang menjadi gesekan adalah pembangunan
jembatan di papua yang tidak memberi instrastuktur melainkan yang terjadi
krisis kelaparan di Papua, isu tersebut di bantah karena presiden Jokowi
berkeinginan mensejahterakan rakyat papua dengan memberi jalan bagi guru yang
ingin memberi pendidikan dan dokter yang ingin mengabdi di tanah Papua.
Barometer kepuasan rakyat dengan kinerja pak Jokowi yaitu 60% dan tidak puas
38%, tingkat kepuasan dengan taraf 50% itu merupakan sebuah lampu kuning bagi
pemerintah sedangkan ini berada di 60% otomatis dekat dengan 50% taraf baik
idealnya bagi penilaian yakni 80% apabila pemerintahan mencapai 80% maka aman
untuk mencalonkan kembali pada pilpres mendatang.
Mungkin hanya
ini yang bisa saya ulik tentang kesimpulan biar pembaca aja yang menyimpulkan
tentang tulisan saya ini terimakasih banyak.
M ainul yaqin 12 maret 2018
Langganan:
Postingan (Atom)
REPUBLIK DIGITAL
Saban akan atau bangun tidur, ponsel sesuatu yang tak bisa lepas untuk dicari. Kebutuhan pekerjaan, komunikasi, membuat status baru untuk ek...