Sabtu, 24 Maret 2018

Aku berharap masyarakat menyikapi dengan ideologi yang cerdas

DUSTA DUNIA MAYA

(21 Maret 2018)

 

Judul kali ini sangat menarik untuk  di ulik lagi apa di balik dari definisi dusta dunia maya. Dampak dari berita hoax atau bohong , virus dusta yang menyebar diperkirakan masih dan akan terus berlanjut  menyebar ke masyarakat ditahun politik ini, entah apa motifnya dan apa saja dampaknya yang terjadi. Diskusi kali ini Najwa Shihab bersama narasumber nya yaitu Kabid Humas POLRI Irjen Polisi Setyo, Direktur Informasi dan komunikasi BIN Wawan purwanto, Direktur NU online Savic Ali, Ismail Fahmi, dan Humas persaudaraan alumni 212 Novel.

Perkembangan kasus  MCA (Muslim Cyber Army) masih berlanjut dan masih di proses oleh polisi , polisi sebelumnya sudah menangkap sejumlah orang, bareskrim sudah menangani dan di dalami, cyber patrol juga terus memantau. Polisi masih terus mengikuti perkembanganya jika ditemukan akan di tindak lanjuti oleh polisi. Tentang MCA yang  beterkaitan dengan SARACEN masih belum ada kepastian sampai sejauh ini, menanggapi isu beredar antara mana MCA asli dan MCA palsu penyidik akan membuktikan di pengadilan.

Dari segi apa yang dibicarakan oleh bung Novel, bahwasanya MCA tidak pernah mengaku bahwa dirinya sebagai MCA, untuk yang mengaku ngaku bahwa dirinya MCA berati itu sudah jelas bahwa MCA palsu. Karena MCA itu berakhlak selalu menyebarkan berita benar, dalam beribadah tidak boleh memamerkan apa yang di ibadahkannya nanti akan timbul rasa ria’  jadi untuk MCA asli itu tidak akan mengaku bahwa dia MCA.

Beda dengan pemahaman Savic Ali bahwa MCA harus di clearkan dulu, MCA ada palsu dan ada asli ini semua sangat membingungkan dan menjadi teka teki untuk masyarakat, sedangkan pada aksi 411 yang menyuarakan agar Ahok dipenjara, pimpinan besar mereka habib Rizieq menyuarakan bahwa semua untuk aktif di sosial media, video tersebut sangat viral dan diterima oleh masyarakat, pada awalnya tugas MCA adalah bela islam spirit 212, banyak akun yang bergerak mengatas namakan MCA entah itu persona atau grup atau fanspage dan lainnya.

Intinya aturan harus ditegakkan, aturan yang dilanggar diduga penyebaran hoax atau ujaran kebencian itu sudah diatur dalam undang undang ITE jika ditemukan adanya bukti melanggar aturan itu jelsa akan ditindak lanjuti. Kembali lagi tentang mengenai perkataan bung Novel tadi terlihat sangat membingungkan bagi masyarakat entah ini ngaco apa memang benar terjadi, bahwa  MCA ini seperti tidak pernah salah dalam berbicara di media sosial, orang mengaku sebagai MCA dibilang MCA palsu, membuat grup MCA dibilang palsu akun yang mengatakan bahwa dirinya MCA dianggap palsu. Lantas apa yang dilakukan MCA asli jika mengaku dan membuat kelompok saja dibilang palsu? Dari segi ini apa yang di ungkapkan oleh bung Novel korat karit dalam artian masih menjadi teka teki bagi masyarakat. MCA ada dihati, beribadah atau berbuat kebaikan tidak harus ditunjukan ke rana umum, lantas kenapa jika hanya beribadah diam diam tanpa mensyairkan dan mengumandamkan suara aksi 212 bisa terjadi, ini masih membuat saya sendiri sebagai masyarakat bingung, bertentangan dengan apa yang di omong dengan apa yang sudah terjadi.

Dari penglihatan Ismail Fahmi, MCA mulai muncul dalam jaringan sosial sudah lama sebelum 2016 nama sudah terbentuk sebelum 13 desember. Monitor menyatakan MCA tebentuk sebelum 13 desember 2012 muncul salah satu akun, namanya pertama bukan langsung MCA tapi Muslim Mega Cyber Army, nama mereka masih belum fix, dan MCA terkenal mulai 13 desember. Dari aksi 411 ternyata bisa perang digital dari pada capek capek ke monas untuk menyampaikan informasi, seperti apa yang di utarakan habib rizieq untuk umat islam harus perang digital.

MCA dalam PILKADA DKI tidak mendukung Anis atau AHY  MCA hanya Asbak (asal bukan Ahok), bela agama, bela islam adalah yang sering di gaungkan oleh MCA, setelah pilkadamereka ini berubah MCA ini tak tunggal, ada yang ideologis karena panas dengan semangatnya Ahok, ada politis yang bersebrangan dengan politik Ahok, hanya kelompok Asbak. Sebenarnya bukan islamis dan ada kelompok yang hanya benci saja semua ini berkembang yang tak mencerminkan semangat sebelumnya. Ada lagi akun yang berhenti setelah pilkada, ada lagi atau gak tau sudah di proses oleh pak polisi. Ini tidak tau seberapa ideologis mereka atau faktor politik atau hanya benci pada Ahok. Konten yang bertolak belakang dicontohkan adalah salah satu akun memposting video tenaga kerja Cina ada juga yang mengungkapkan kebangkitan PKI yang tadi oleh bung Novel dianggap palsu.

Akan tetapi bung Novel mengakui bahwa telah menangkap PKI, ditangkap dan dikasihkan polisi itu semua MCA, sedangkan tahun 1996 PKI sudah bubar dan tidak ada lagi MCA hanya menangkap orang berbaju PKI, sedangkan polisi sangat bertentangan dengan ini, tidak jelas polres mana dia menyerahkan tangkapanya berapa orang yang di tangkap dan apa salahnya polisi akan mengklarifikasi. Isu PKI ini banyak beredar bahwa ada pasukan yang berlatih dengan membawa senjata isu tersebut yang dikaitkan dengan PKI ternyata itu hanya hoax.

Dari segi Wawan Purwanto (Direktur Informasi dan Komunikasi BIN) PKI sudah tidak ada dan tidak boleh, kalau keturunan boleh melakukan hak pilih dan dipilih, organisasi nya sudah dilarang. BIN sendiri beranggapan hanya hoax karena ini masih guncang ditahun politik. Untuk isu ini Savic ali beranggapan bahwa masyarakat sudah faham cuman bung Novel dan kawan kawannya yang terlalu, jadi susah mengidentifikasi publik, ini hoax mengapa marah ini semua karena politik banyak orang  menghalalkan segala cara supaya menang di politik. Ada pergeseran bela islam ke bela negara begitu Ahok kalah ganti kasus Rizieq shihab isunya menjadi bela ulama. Tapi yang di maksut ulama tersebut adalah rizieq, mungkin yang lain tidak dianggap ulama oleh mereka, karena dibulli juga misalnya kyai Syaid taghir ketika foto beliau di pajang di salah satu akun MCA komentar komentar dari MCA sudah sangat kasar kasar tak ada yang beres. Poklitik ini dinamakan politik kemarahan,dulu kepada Ahok sekarang digeser ke Jokowi, satu orang bohong orang tak percaya, ketika satu juta orang bpohong rame rame maka akan mudah diterima dan membuat bingung semua.

terimakasih banyak sudah membaca silahkan tulis komenatar anda dibawah

 

 

M Ainul Yaqin 24 Maret 2019

Minggu, 18 Maret 2018

Masih pilpres 19

SIAPA BERANI JADI PRESIDEN

(14 Maret 2018)

 

Pak Jokowi akan pasti mencalonkan dirinya menjadi kandidat calon presiden 2019, siapa kira kira rival atau pesaing yang akan pasti maju di pilpres 2019?

Kali ini  Najwa Shihab membahas dan mendiskusikan di talk show nya Mata Najwa dengan judul #siapaberanijadipresiden dengan menghadirkan beberapa tokoh yang pasti dan kemungkinan maju di pagelaran akbar pilpres 2019. Untuk pertama Najwa berbicara dengan Rizal Ramli yang pernah mencalonkan di pilpres namun gagal hingga dua kali. #RizalRAmli sangat percaya diri untuk siap maju pilpres 2019, pak rizal mengatakan selalu tak pernah puas dengan kinerja pemerintahan sejak masih dalam masa perkuliahan, kok bisa bangsa yang kaya raya ini mempunyai 80 juta anak sd yang tidak bisa sekolah karena tak mampu membayar uang sekolahmya. Diambil lah inisiatif untuk memperjuangkan Indonesia memiliki wajib belajar 6 tahun,  masih tidak percaya dengan bangsa ini yang caranya mempunyai pendidikan, kesehatan yang buruk. Pemilihan presiden ibarat membelah duren, duren yang pertama adalah dalam nya yg terasa enak, membuka nya meski hati hati karena banyak duri yang mengelilingi tidak boleh sembarangan, tapi ketika sudah terbuka akan menghasilkan suatu rasa, nikmat dan keindahan nya. Analoginya seperti duren ini adalah bangsa ini duri durinya adalah masalah masalah yang harus dihadapi, dan isinya adalah kemakmuran masyarakatnya. Rizal ramil pernah di tanya oleh pak Jokowi kenapa kok bilang kepret? Begini ceritanya petani menanam padi di desa tikusnya banyak, tikus nya kita kepret bikin heboh, tikusnya kabur panennya bisa buat rakyat, lah di Indonesia tikusnya banyak banget harus dikepret. Jadi 2019 beliau akan menggenjot 20x  menjadi 10% untuk pertumbuhan ekonomi.

Rizal Ramli cukup percaya diri untuk pilpres 2019 meski hanya mempunyai kekayaan ataun harta saat ini hanya 24 milyar, harta tersebut tidaklah cukup digunakan untuk maju di pemilihan bupati apalagi di pilpres. Beliau menegaskan kembali bahwasanya bermodal keberanian dan keyakinan, beliau juga masih tidak mempunyai partai politik untuk mendampinginya, namun tidak ada partai partai di dunia ini yang tidak mau menjadi partai oposisi melainkan semua ingin menang. Beliau dinilai masyarakat juga masih belum memilik elektibilitas. Tentang pak Jokowi dan pak Prabowo beliau mengungkapkan bahwasanya pak Jokowi baik dan gak neko neko, kalo dinilai tentang menjadi pemimpin yang sukses biar rakyat yang menilai nya.

Untuk tamu yang ke 2 Najwa memanggil Muhaimin Iskandar atau yang lebih dikenal biasanya dengan sebutan #CakImin langsung saja si Nana sebutan dari Najwa Shihab melontarkan pertanyaan nya tentang mengapa hanya berani jadi calon wakil presiden mengapa tidak menjadi calon presiden nya saja?

Ketua umum PKB ini mencalonkan dirinya di pilpres 2019  mempunyai latar belakang aktivis sosial, menjadi denyut nadi umat Islam dll, politik menjadi sarana yang harus memfasilitasi keagamaan dan sosial, politik menjadi tanggung jawab untuk melindungi menyerap ekspresi dan apresiasi dengan demikian keberanian menjadi cawapres untuk menindak lanjuti peluang dan kesempatan. Perbandingan kelebihan cak Imin dengan calon calon lain dipertanyakan untuk hal ini, kelebihan cak sangat lengkap, menjadi aktivis dan sejak lahir cak sudah menjadi NU bapak ibu cak merencanakan anak yang dilahirkan ini pasti aktivis NU. Pengalaman di masyarakat dan bau keringat di masyarakat sudah menjadi bagian dari keseharian saya. Cak ini ibarat pesawat kelas eksekutif pernah dan legislatif pernah, pernah di menteri pernah di DPR kurang lengkap apalagi sebagai kekuatan yang berpengalaman, dibandingkan dengan yang lain rugi jika tidak mengajak saya. Cak pernah berbicara ke teman teman pendukung pak Jokowi, bahaya jika memilih cawapres yang salah bisa kalah, wapres yang tepat itu adalah Muhaimin Iskandar.

Untuk siapa yang menjadi pendampingnya untuk saat ini masih ada yang jelas 1, pak Prabowo yang katanya mendeklarasikan dirinya sampai saat ini masih belum terlihat jadi yang pasti pasti aja seperti pak Jokowi.

Untuk tamu yang terakhir yaitu pak Gatot mantan panglima TNI , beliau mengemukakan bahwa kekuatan bangsa ini adalah di budaya, ini yang beliau ingatkan berulang kali bahwa ini yang membuat bangsa ini menjadi kuat. Apabila rakyat menghendaki #Gatot siap jadi presiden bagaimana mengukurnya rakyat menghendaki atau tidak adalah tentunya ada beberapa alat ukur, berdasarkan survei pernyataan pernyataan.

Pak Gatot berpidato ketika melakukan kunjungan nya ke salah satu pesantren, “salah satu pemimpin negara harus beriman dan bertaqwa dengan benar satukan hati kita untuk Indoneasia. Jangan terpecah pecah lagi salah satu kekuatan bangsa ini ada di rakyat. Ketika sudah menyatukan hati ini tidak akan di pecah pecah , ini yang paling penting. Itu slogan untuk bangsa Indonesia untuk keperluan bangsa ini aman. Beliau masih belum bisa bicara mengenai capres karena masih menghitung harinya usai atau pensiun di panglima nya saat ini. Akan tetapi beliau sudah terlihat siap dengan pilpres ini jika masyarakat banyak yang menghendaki.

Bangsa ini adalah bangsa yang aneh, tidak mempunyai rencana jangka panjang sedangkan orangtua saja mempunyai rencana jangka panjang untuk anaknya. Ini bangsa yang sangat besar hanya direncanakan oleh seorang presiden selama 5 tahun punya jangka 10 tahun setengahnya selesai diganti dengan presiden lain apa yang akan terjadi? Ini bukan maksutbeliau mendukung pak Jokowi untuk menjadi presiden di 2 periode. Pak prabowo adalah seior saya figur politik sejati dan bela negara  tentunya saya sangat menghormati kedua nya antara pak Jokowi dan pak Prabowo.

Episode mata najwa kali ini bekerjasama dengam detik.com untuk mensurvei netizen sesuai dengan judul SIAPA BERANI JADI PRESIDEN tanggapan tersebut di nilai oleh netizen yang berpresentase GATOT NURMANTO 53% RIZAL RAMLI 7% dan CAK IMIN 40%.

Mungkin hanya ini yang bisa saya tuliskan apabila ada kesalhan dan bahasa yang tidak sopan mohon dimaafkan terimaksih telah mengunjung blog pribadi saya  dan membaca nya.

 

 

 M ainul yaqin 18 Maret 2018

Senin, 12 Maret 2018



GELANGGANG TINJU JOKOWI
(7 maret 2018)
 
Selamat pagi, dalam pertemuan pertama ini saya ditugaskan untuk mengulik dan menceritakan kembali apa yang telah di diskusikan oleh Najwa Sihab pada acara talk show Mata Najwa yang setiap hari rabu di salah satu media televis swasta Indonesia. Tugas ini untuk memenuhi perkuliahan Sistem Informasi Manajemen semester 4.
Pemilihan presiden  (pilpres) hampir kurang lebih 5 bulan lagi , namun sudah mulai memanas pada akhir akhir ini pak Jokowi lah sebagai dalang untuk mencalonkan kembali sebagai orang nomor satu di negri ini. Bukan tidak ada tantangan dalam hal ini untuk pak Jokowi, melainkan banyak tim rival yang sudah menghadang untuk menjegal langkah pak Jokowi untuk menjadi presiden yang akan datang. Diskusi kali ini meng hadirkan dua kubu, kubu kanan yaitu kubu pemenangan pak Jokowi dalam pilpres mendatang diantara nya pak Moeldoko (kepala staff presiden), pak Komarudin (ketua DPP PDIP perjuangan) dan pak Jhony G Plate (sekjen partai Nasdem) sementara di kubu kiri merupakan tim dari rival pak Jokowi diantaranya pak Ahmad Riza (ketua DPP Gerindra), pak Mardhani (ketua DPP PKS) dan satu ini yang netral terhadap kubu kanan dan kiri namun ditaruh dalam kubu yang sebelah kiri yaitu pak fifa yoga (wakil ketua umum Pan).
Panas nya politik menuju pilpres 2019 menimbulkan banyak kegiatan yang menjelekkan berbagai kubu, masyarakat semakin tidak mengerti antara percaya atau mudah percaya, atau tidak tau menau soal hal politik dan akhirnya mudah dihasut untuk dalam gesekan gesekan seperti ini.  Dalam kali ini yang sering kita lihat dalam berbagai media banyaknya berita yang tidak benar benar terjadi atau bohong, atau yang sering disebut dengan kabar HOAX. Pak Jokowi sendiri sudah benar benar menegaskan jika ada pelanggaran hukum seperti Sarachen, Muslim Cyber Army (MCA) selesaikan kejar tuntas karena itu bisa menyebabkan desentralisasi bangsa, mereka mereka lah yang menyebabkan gesekan di masyarakat  yang pada ujung akhirnya timbul kebencian dan saling bermusuh antara lain kubu. Penangkapan – penangkapan terduga pelaku merupakan orang – orang yang kerap melontarkan kritikan kritikan terhadap pemerintah, ini merupakan sangat bahaya bagi masyarakat luas persoalan jika dibiarkan akan merusak struktur sosial, hati hati dengan keadaan seperti ini, karena masyarakat semua akan kena dampaknya. Kerusakan bangsa harus disikat, ini kerusakan bukan hal yang biasa, bukan hanya tertuju ke pemerintah melainkan kepada bangsa Indonesia.
Dilain pihak sangat setuju dengan Hoax diberi sanksi atau di penjarakan namun sejauh mana pemerintah dan aparat berintegritas menjaga netralitas terhadap hukum dan keadilan. Contoh sederhana ketua MCA tersebut ternyata bukan orang MCA, dia mulai awal adalah pendukung Ahok bahkan bersebrangan dari kawan kawan nya, fakta membuktikan dengan rekam digital informasi sudah tersebar di media. Oleh sebab itu penangkapan hoax harus adil tidak ada tebang pilih dalam penangkapan. Cara pemerintah pak Jokowi di anggap salah atau gagal dalam penegakannya pemerintah gagal dalam fenomena baru banyak suara suara yang penegakanya hanya sikat kejar tuntaskan akan tetapi tidak ada penegakan lain dalam mengatasi fenomena tersebut, Karena dinilai hanya sekedar drama saja dan tidak akan selesai. Akan tetapi ujaran kebencian hoax, MCA tersebut harus benar benar di berantas sampai pada ekor ekor nya tindakan tersebut merupakan keinginan sebuah pihak yang ingin mendegredasikan pemerintahan.
Kontroversial kunjungan parpol ke istana menjadi pembicaraan di masyarakat apakah kegiatan tersebut adalah tindakan kampanye dan pemenangan capres 2019 oleh pak Jokowi. Tentu saja itu merupakan tindakan salah jika iya benar terjadi, karena utuk sekarang adalah bukan masa kampanye dan itu sangat melanggar apalagi kunjungan tersebut dilakukan di Istana kepresidenan. Para pemimpin parpol boleh saja datang ke istana jika duduk bersama membahas tentang sebuah kebersamaan, kerakyatan, kebangsaan, tidak untuk kemanangan atau strategi untuk menang dalam pemilihan capres mendatang. Semua orang boleh saja berkunjung ke istana akan tetapi tidak dalam hal membahas kemenangan dan strategi menang pilpres. Dalam siapa yang berkunjung pernah berkunjung juga rival dari pak Jokowi, pak Prabowo akan tetapi kunjungan tersebut tidak membahas sedikitpun tentang pilpres atau pemilu melainkan hanya sekedar menjalin silaturahmi mempersatukan dua kelompok yang sedang bersebrangan.
Rapor kegiatan pemerintah Jokowi menjadi sorotoan kali ini, kinerja pak Jokowi yang tidak bisa dibantah hari ini bahwa membangun dari desa dan perbatasan. Sehingga desa menjadi maju dan berkembang, yang menjadi gesekan adalah pembangunan jembatan di papua yang tidak memberi instrastuktur melainkan yang terjadi krisis kelaparan di Papua, isu tersebut di bantah karena presiden Jokowi berkeinginan mensejahterakan rakyat papua dengan memberi jalan bagi guru yang ingin memberi pendidikan dan dokter yang ingin mengabdi di tanah Papua. Barometer kepuasan rakyat dengan kinerja pak Jokowi yaitu 60% dan tidak puas 38%, tingkat kepuasan dengan taraf 50% itu merupakan sebuah lampu kuning bagi pemerintah sedangkan ini berada di 60% otomatis dekat dengan 50% taraf baik idealnya bagi penilaian yakni 80% apabila pemerintahan mencapai 80% maka aman untuk mencalonkan kembali pada pilpres mendatang.
Mungkin hanya ini yang bisa saya ulik tentang kesimpulan biar pembaca aja yang menyimpulkan tentang tulisan saya ini terimakasih banyak.

M ainul yaqin 12 maret 2018

REPUBLIK DIGITAL

Saban akan atau bangun tidur, ponsel sesuatu yang tak bisa lepas untuk dicari. Kebutuhan pekerjaan, komunikasi, membuat status baru untuk ek...