Pak Jokowi akan pasti mencalonkan dirinya menjadi kandidat
calon presiden 2019, siapa kira kira rival atau pesaing yang akan pasti maju di
pilpres 2019?
Kali iniNajwa Shihab
membahas dan mendiskusikan di talk show nya Mata Najwa dengan judul #siapaberanijadipresiden
dengan menghadirkan beberapa tokoh yang pasti dan kemungkinan maju di pagelaran
akbar pilpres 2019. Untuk pertama Najwa berbicara dengan Rizal Ramli yang
pernah mencalonkan di pilpres namun gagal hingga dua kali. #RizalRAmli sangat
percaya diri untuk siap maju pilpres 2019, pak rizal mengatakan selalu tak
pernah puas dengan kinerja pemerintahan sejak masih dalam masa perkuliahan, kok
bisa bangsa yang kaya raya ini mempunyai 80 juta anak sd yang tidak bisa
sekolah karena tak mampu membayar uang sekolahmya. Diambil lah inisiatif untuk
memperjuangkan Indonesia memiliki wajib belajar 6 tahun,masih tidak percaya dengan bangsa ini yang
caranya mempunyai pendidikan, kesehatan yang buruk. Pemilihan presiden ibarat
membelah duren, duren yang pertama adalah dalam nya yg terasa enak, membuka nya
meski hati hati karena banyak duri yang mengelilingi tidak boleh sembarangan,
tapi ketika sudah terbuka akan menghasilkan suatu rasa, nikmat dan keindahan
nya. Analoginya seperti duren ini adalah bangsa ini duri durinya adalah masalah
masalah yang harus dihadapi, dan isinya adalah kemakmuran masyarakatnya. Rizal
ramil pernah di tanya oleh pak Jokowi kenapa kok bilang kepret? Begini ceritanya
petani menanam padi di desa tikusnya banyak, tikus nya kita kepret bikin heboh,
tikusnya kabur panennya bisa buat rakyat, lah di Indonesia tikusnya banyak
banget harus dikepret. Jadi 2019 beliau akan menggenjot 20xmenjadi 10% untuk pertumbuhan ekonomi.
Rizal Ramli cukup percaya diri untuk pilpres 2019 meski
hanya mempunyai kekayaan ataun harta saat ini hanya 24 milyar, harta tersebut
tidaklah cukup digunakan untuk maju di pemilihan bupati apalagi di pilpres. Beliau
menegaskan kembali bahwasanya bermodal keberanian dan keyakinan, beliau juga
masih tidak mempunyai partai politik untuk mendampinginya, namun tidak ada
partai partai di dunia ini yang tidak mau menjadi partai oposisi melainkan
semua ingin menang. Beliau dinilai masyarakat juga masih belum memilik
elektibilitas. Tentang pak Jokowi dan pak Prabowo beliau mengungkapkan
bahwasanya pak Jokowi baik dan gak neko neko, kalo dinilai tentang menjadi pemimpin
yang sukses biar rakyat yang menilai nya.
Untuk tamu yang ke 2 Najwa memanggil Muhaimin Iskandar atau
yang lebih dikenal biasanya dengan sebutan #CakImin langsung saja si Nana
sebutan dari Najwa Shihab melontarkan pertanyaan nya tentang mengapa hanya
berani jadi calon wakil presiden mengapa tidak menjadi calon presiden nya saja?
Ketua umum PKB ini mencalonkan dirinya di pilpres 2019mempunyai latar belakang aktivis sosial,
menjadi denyut nadi umat Islam dll, politik menjadi sarana yang harus
memfasilitasi keagamaan dan sosial, politik menjadi tanggung jawab untuk
melindungi menyerap ekspresi dan apresiasi dengan demikian keberanian menjadi
cawapres untuk menindak lanjuti peluang dan kesempatan. Perbandingan kelebihan cak
Imin dengan calon calon lain dipertanyakan untuk hal ini, kelebihan cak sangat
lengkap, menjadi aktivis dan sejak lahir cak sudah menjadi NU bapak ibu cak
merencanakan anak yang dilahirkan ini pasti aktivis NU. Pengalaman di
masyarakat dan bau keringat di masyarakat sudah menjadi bagian dari keseharian
saya. Cak ini ibarat pesawat kelas eksekutif pernah dan legislatif pernah,
pernah di menteri pernah di DPR kurang lengkap apalagi sebagai kekuatan yang
berpengalaman, dibandingkan dengan yang lain rugi jika tidak mengajak saya. Cak
pernah berbicara ke teman teman pendukung pak Jokowi, bahaya jika memilih
cawapres yang salah bisa kalah, wapres yang tepat itu adalah Muhaimin Iskandar.
Untuk siapa yang menjadi pendampingnya untuk saat ini masih
ada yang jelas 1, pak Prabowo yang katanya mendeklarasikan dirinya sampai saat
ini masih belum terlihat jadi yang pasti pasti aja seperti pak Jokowi.
Untuk tamu yang terakhir yaitu pak Gatot mantan panglima TNI
, beliau mengemukakan bahwa kekuatan bangsa ini adalah di budaya, ini yang
beliau ingatkan berulang kali bahwa ini yang membuat bangsa ini menjadi kuat. Apabila
rakyat menghendaki #Gatot siap jadi presiden bagaimana mengukurnya rakyat
menghendaki atau tidak adalah tentunya ada beberapa alat ukur, berdasarkan
survei pernyataan pernyataan.
Pak Gatot berpidato ketika melakukan kunjungan nya ke salah
satu pesantren, “salah satu pemimpin negara harus beriman dan bertaqwa dengan
benar satukan hati kita untuk Indoneasia. Jangan terpecah pecah lagi salah satu
kekuatan bangsa ini ada di rakyat. Ketika sudah menyatukan hati ini tidak akan
di pecah pecah , ini yang paling penting. Itu slogan untuk bangsa Indonesia
untuk keperluan bangsa ini aman. Beliau masih belum bisa bicara mengenai capres
karena masih menghitung harinya usai atau pensiun di panglima nya saat ini. Akan
tetapi beliau sudah terlihat siap dengan pilpres ini jika masyarakat banyak
yang menghendaki.
Bangsa ini adalah bangsa yang aneh, tidak mempunyai rencana
jangka panjang sedangkan orangtua saja mempunyai rencana jangka panjang untuk
anaknya. Ini bangsa yang sangat besar hanya direncanakan oleh seorang presiden
selama 5 tahun punya jangka 10 tahun setengahnya selesai diganti dengan
presiden lain apa yang akan terjadi? Ini bukan maksutbeliau mendukung pak
Jokowi untuk menjadi presiden di 2 periode. Pak prabowo adalah seior saya figur
politik sejati dan bela negara tentunya
saya sangat menghormati kedua nya antara pak Jokowi dan pak Prabowo.
Episode mata najwa kali ini bekerjasama dengam detik.com
untuk mensurvei netizen sesuai dengan judul SIAPA BERANI JADI PRESIDEN
tanggapan tersebut di nilai oleh netizen yang berpresentase GATOT NURMANTO 53%
RIZAL RAMLI 7% dan CAK IMIN 40%.
Mungkin hanya ini yang bisa saya tuliskan apabila ada
kesalhan dan bahasa yang tidak sopan mohon dimaafkan terimaksih telah
mengunjung blog pribadi sayadan membaca
nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar