Minggu, 18 Maret 2018

Masih pilpres 19

SIAPA BERANI JADI PRESIDEN

(14 Maret 2018)

 

Pak Jokowi akan pasti mencalonkan dirinya menjadi kandidat calon presiden 2019, siapa kira kira rival atau pesaing yang akan pasti maju di pilpres 2019?

Kali ini  Najwa Shihab membahas dan mendiskusikan di talk show nya Mata Najwa dengan judul #siapaberanijadipresiden dengan menghadirkan beberapa tokoh yang pasti dan kemungkinan maju di pagelaran akbar pilpres 2019. Untuk pertama Najwa berbicara dengan Rizal Ramli yang pernah mencalonkan di pilpres namun gagal hingga dua kali. #RizalRAmli sangat percaya diri untuk siap maju pilpres 2019, pak rizal mengatakan selalu tak pernah puas dengan kinerja pemerintahan sejak masih dalam masa perkuliahan, kok bisa bangsa yang kaya raya ini mempunyai 80 juta anak sd yang tidak bisa sekolah karena tak mampu membayar uang sekolahmya. Diambil lah inisiatif untuk memperjuangkan Indonesia memiliki wajib belajar 6 tahun,  masih tidak percaya dengan bangsa ini yang caranya mempunyai pendidikan, kesehatan yang buruk. Pemilihan presiden ibarat membelah duren, duren yang pertama adalah dalam nya yg terasa enak, membuka nya meski hati hati karena banyak duri yang mengelilingi tidak boleh sembarangan, tapi ketika sudah terbuka akan menghasilkan suatu rasa, nikmat dan keindahan nya. Analoginya seperti duren ini adalah bangsa ini duri durinya adalah masalah masalah yang harus dihadapi, dan isinya adalah kemakmuran masyarakatnya. Rizal ramil pernah di tanya oleh pak Jokowi kenapa kok bilang kepret? Begini ceritanya petani menanam padi di desa tikusnya banyak, tikus nya kita kepret bikin heboh, tikusnya kabur panennya bisa buat rakyat, lah di Indonesia tikusnya banyak banget harus dikepret. Jadi 2019 beliau akan menggenjot 20x  menjadi 10% untuk pertumbuhan ekonomi.

Rizal Ramli cukup percaya diri untuk pilpres 2019 meski hanya mempunyai kekayaan ataun harta saat ini hanya 24 milyar, harta tersebut tidaklah cukup digunakan untuk maju di pemilihan bupati apalagi di pilpres. Beliau menegaskan kembali bahwasanya bermodal keberanian dan keyakinan, beliau juga masih tidak mempunyai partai politik untuk mendampinginya, namun tidak ada partai partai di dunia ini yang tidak mau menjadi partai oposisi melainkan semua ingin menang. Beliau dinilai masyarakat juga masih belum memilik elektibilitas. Tentang pak Jokowi dan pak Prabowo beliau mengungkapkan bahwasanya pak Jokowi baik dan gak neko neko, kalo dinilai tentang menjadi pemimpin yang sukses biar rakyat yang menilai nya.

Untuk tamu yang ke 2 Najwa memanggil Muhaimin Iskandar atau yang lebih dikenal biasanya dengan sebutan #CakImin langsung saja si Nana sebutan dari Najwa Shihab melontarkan pertanyaan nya tentang mengapa hanya berani jadi calon wakil presiden mengapa tidak menjadi calon presiden nya saja?

Ketua umum PKB ini mencalonkan dirinya di pilpres 2019  mempunyai latar belakang aktivis sosial, menjadi denyut nadi umat Islam dll, politik menjadi sarana yang harus memfasilitasi keagamaan dan sosial, politik menjadi tanggung jawab untuk melindungi menyerap ekspresi dan apresiasi dengan demikian keberanian menjadi cawapres untuk menindak lanjuti peluang dan kesempatan. Perbandingan kelebihan cak Imin dengan calon calon lain dipertanyakan untuk hal ini, kelebihan cak sangat lengkap, menjadi aktivis dan sejak lahir cak sudah menjadi NU bapak ibu cak merencanakan anak yang dilahirkan ini pasti aktivis NU. Pengalaman di masyarakat dan bau keringat di masyarakat sudah menjadi bagian dari keseharian saya. Cak ini ibarat pesawat kelas eksekutif pernah dan legislatif pernah, pernah di menteri pernah di DPR kurang lengkap apalagi sebagai kekuatan yang berpengalaman, dibandingkan dengan yang lain rugi jika tidak mengajak saya. Cak pernah berbicara ke teman teman pendukung pak Jokowi, bahaya jika memilih cawapres yang salah bisa kalah, wapres yang tepat itu adalah Muhaimin Iskandar.

Untuk siapa yang menjadi pendampingnya untuk saat ini masih ada yang jelas 1, pak Prabowo yang katanya mendeklarasikan dirinya sampai saat ini masih belum terlihat jadi yang pasti pasti aja seperti pak Jokowi.

Untuk tamu yang terakhir yaitu pak Gatot mantan panglima TNI , beliau mengemukakan bahwa kekuatan bangsa ini adalah di budaya, ini yang beliau ingatkan berulang kali bahwa ini yang membuat bangsa ini menjadi kuat. Apabila rakyat menghendaki #Gatot siap jadi presiden bagaimana mengukurnya rakyat menghendaki atau tidak adalah tentunya ada beberapa alat ukur, berdasarkan survei pernyataan pernyataan.

Pak Gatot berpidato ketika melakukan kunjungan nya ke salah satu pesantren, “salah satu pemimpin negara harus beriman dan bertaqwa dengan benar satukan hati kita untuk Indoneasia. Jangan terpecah pecah lagi salah satu kekuatan bangsa ini ada di rakyat. Ketika sudah menyatukan hati ini tidak akan di pecah pecah , ini yang paling penting. Itu slogan untuk bangsa Indonesia untuk keperluan bangsa ini aman. Beliau masih belum bisa bicara mengenai capres karena masih menghitung harinya usai atau pensiun di panglima nya saat ini. Akan tetapi beliau sudah terlihat siap dengan pilpres ini jika masyarakat banyak yang menghendaki.

Bangsa ini adalah bangsa yang aneh, tidak mempunyai rencana jangka panjang sedangkan orangtua saja mempunyai rencana jangka panjang untuk anaknya. Ini bangsa yang sangat besar hanya direncanakan oleh seorang presiden selama 5 tahun punya jangka 10 tahun setengahnya selesai diganti dengan presiden lain apa yang akan terjadi? Ini bukan maksutbeliau mendukung pak Jokowi untuk menjadi presiden di 2 periode. Pak prabowo adalah seior saya figur politik sejati dan bela negara  tentunya saya sangat menghormati kedua nya antara pak Jokowi dan pak Prabowo.

Episode mata najwa kali ini bekerjasama dengam detik.com untuk mensurvei netizen sesuai dengan judul SIAPA BERANI JADI PRESIDEN tanggapan tersebut di nilai oleh netizen yang berpresentase GATOT NURMANTO 53% RIZAL RAMLI 7% dan CAK IMIN 40%.

Mungkin hanya ini yang bisa saya tuliskan apabila ada kesalhan dan bahasa yang tidak sopan mohon dimaafkan terimaksih telah mengunjung blog pribadi saya  dan membaca nya.

 

 

 M ainul yaqin 18 Maret 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REPUBLIK DIGITAL

Saban akan atau bangun tidur, ponsel sesuatu yang tak bisa lepas untuk dicari. Kebutuhan pekerjaan, komunikasi, membuat status baru untuk ek...