GELANGGANG TINJU JOKOWI
(7 maret 2018)
Selamat
pagi, dalam pertemuan pertama ini saya ditugaskan untuk mengulik dan
menceritakan kembali apa yang telah di diskusikan oleh Najwa Sihab pada acara
talk show Mata Najwa yang setiap hari rabu di salah satu media televis swasta
Indonesia. Tugas ini untuk memenuhi perkuliahan Sistem Informasi Manajemen
semester 4.
Pemilihan
presiden (pilpres) hampir kurang lebih 5
bulan lagi , namun sudah mulai memanas pada akhir akhir ini pak Jokowi lah
sebagai dalang untuk mencalonkan kembali sebagai orang nomor satu di negri ini.
Bukan tidak ada tantangan dalam hal ini untuk pak Jokowi, melainkan banyak tim
rival yang sudah menghadang untuk menjegal langkah pak Jokowi untuk menjadi
presiden yang akan datang. Diskusi kali ini meng hadirkan dua kubu, kubu kanan yaitu
kubu pemenangan pak Jokowi dalam pilpres mendatang diantara nya pak Moeldoko
(kepala staff presiden), pak Komarudin (ketua DPP PDIP perjuangan) dan pak
Jhony G Plate (sekjen partai Nasdem) sementara di kubu kiri merupakan tim dari
rival pak Jokowi diantaranya pak Ahmad Riza (ketua DPP Gerindra), pak Mardhani
(ketua DPP PKS) dan satu ini yang netral terhadap kubu kanan dan kiri namun
ditaruh dalam kubu yang sebelah kiri yaitu pak fifa yoga (wakil ketua umum
Pan).
Panas nya politik
menuju pilpres 2019 menimbulkan banyak kegiatan yang menjelekkan berbagai kubu,
masyarakat semakin tidak mengerti antara percaya atau mudah percaya, atau tidak
tau menau soal hal politik dan akhirnya mudah dihasut untuk dalam gesekan
gesekan seperti ini. Dalam kali ini yang
sering kita lihat dalam berbagai media banyaknya berita yang tidak benar benar
terjadi atau bohong, atau yang sering disebut dengan kabar HOAX. Pak Jokowi
sendiri sudah benar benar menegaskan jika ada pelanggaran hukum seperti Sarachen,
Muslim Cyber Army (MCA) selesaikan kejar tuntas karena itu bisa menyebabkan
desentralisasi bangsa, mereka mereka lah yang menyebabkan gesekan di
masyarakat yang pada ujung akhirnya
timbul kebencian dan saling bermusuh antara lain kubu. Penangkapan –
penangkapan terduga pelaku merupakan orang – orang yang kerap melontarkan
kritikan kritikan terhadap pemerintah, ini merupakan sangat bahaya bagi
masyarakat luas persoalan jika dibiarkan akan merusak struktur sosial, hati
hati dengan keadaan seperti ini, karena masyarakat semua akan kena dampaknya.
Kerusakan bangsa harus disikat, ini kerusakan bukan hal yang biasa, bukan hanya
tertuju ke pemerintah melainkan kepada bangsa Indonesia.
Dilain pihak
sangat setuju dengan Hoax diberi sanksi atau di penjarakan namun sejauh mana
pemerintah dan aparat berintegritas menjaga netralitas terhadap hukum dan
keadilan. Contoh sederhana ketua MCA tersebut ternyata bukan orang MCA, dia
mulai awal adalah pendukung Ahok bahkan bersebrangan dari kawan kawan nya,
fakta membuktikan dengan rekam digital informasi sudah tersebar di media. Oleh
sebab itu penangkapan hoax harus adil tidak ada tebang pilih dalam penangkapan.
Cara pemerintah pak Jokowi di anggap salah atau gagal dalam penegakannya
pemerintah gagal dalam fenomena baru banyak suara suara yang penegakanya hanya
sikat kejar tuntaskan akan tetapi tidak ada penegakan lain dalam mengatasi
fenomena tersebut, Karena dinilai hanya sekedar drama saja dan tidak akan
selesai. Akan tetapi ujaran kebencian hoax, MCA tersebut harus benar benar di
berantas sampai pada ekor ekor nya tindakan tersebut merupakan keinginan sebuah
pihak yang ingin mendegredasikan pemerintahan.
Kontroversial
kunjungan parpol ke istana menjadi pembicaraan di masyarakat apakah kegiatan
tersebut adalah tindakan kampanye dan pemenangan capres 2019 oleh pak Jokowi.
Tentu saja itu merupakan tindakan salah jika iya benar terjadi, karena utuk
sekarang adalah bukan masa kampanye dan itu sangat melanggar apalagi kunjungan
tersebut dilakukan di Istana kepresidenan. Para pemimpin parpol boleh saja
datang ke istana jika duduk bersama membahas tentang sebuah kebersamaan,
kerakyatan, kebangsaan, tidak untuk kemanangan atau strategi untuk menang dalam
pemilihan capres mendatang. Semua orang boleh saja berkunjung ke istana akan
tetapi tidak dalam hal membahas kemenangan dan strategi menang pilpres. Dalam
siapa yang berkunjung pernah berkunjung juga rival dari pak Jokowi, pak Prabowo
akan tetapi kunjungan tersebut tidak membahas sedikitpun tentang pilpres atau
pemilu melainkan hanya sekedar menjalin silaturahmi mempersatukan dua kelompok
yang sedang bersebrangan.
Rapor
kegiatan pemerintah Jokowi menjadi sorotoan kali ini, kinerja pak Jokowi yang
tidak bisa dibantah hari ini bahwa membangun dari desa dan perbatasan. Sehingga
desa menjadi maju dan berkembang, yang menjadi gesekan adalah pembangunan
jembatan di papua yang tidak memberi instrastuktur melainkan yang terjadi
krisis kelaparan di Papua, isu tersebut di bantah karena presiden Jokowi
berkeinginan mensejahterakan rakyat papua dengan memberi jalan bagi guru yang
ingin memberi pendidikan dan dokter yang ingin mengabdi di tanah Papua.
Barometer kepuasan rakyat dengan kinerja pak Jokowi yaitu 60% dan tidak puas
38%, tingkat kepuasan dengan taraf 50% itu merupakan sebuah lampu kuning bagi
pemerintah sedangkan ini berada di 60% otomatis dekat dengan 50% taraf baik
idealnya bagi penilaian yakni 80% apabila pemerintahan mencapai 80% maka aman
untuk mencalonkan kembali pada pilpres mendatang.
Mungkin hanya
ini yang bisa saya ulik tentang kesimpulan biar pembaca aja yang menyimpulkan
tentang tulisan saya ini terimakasih banyak.
M ainul yaqin 12 maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar