Kamis, 26 April 2018

UTS MATAKULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


THE NEW YORK TIMES AND BOSTON SCIENTIFIC: TWO DIFFERENT WAYS OF INNOVATING WITH INFORMATION TECHNOLOGY

Di susun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata kuliah : Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengajar :  M.Tahajjudi Ghifary ,S.AB , M.PSDM
Description: G:\IMG-20161002-WA0003.jpg
Oleh :
M AINUL YAQIN
NIM : 16.61201.002398
KELAS : SORE
SEMESTER : 4




PROGAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN
2018

1
As stated in the case, The New York Times chose to deploy their innovation support group as a shared service across business units. What do you think this means? What are the advantages of choosing this approach? Are there any disadvantages?
 shared service adalah sebuah service atau layanan yang di-share atau dibagi pemakaian atau penggunaannnya oleh beberapa ataupun semua bagian -bagian entitas di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Dengan demikian, pendanaan maupun sumberdaya dari service dibagi dan department yang menyediakan pelayanan tersebut secara efektif menjadi sebuah internal service provider atau sebuah penyedia jasa layanan internal. Ide utama dari shared service adalah “sharing” dalam sebuah organisasi atau group. Sharing ini secara fundamental dibutuhkan untuk memasukkan shared accountability atau akuntabilitas pembagian dari hasil oleh unit di mana pekerjaan yang dibagikan tersebut diboyong oleh sang provider. Di sisi sebaliknya, sang provider perlu untuk memastikan bahwa hasil yang sudah disetujui bersama tersebut disampaikan berdasarkan standard tertentu yang sudah ditetapkan (KPIs, cost, kualitas, dll). Shared Services juga bisa diterapkan dalam hubungan antar dua buah organisasi yang berbeda maupun lebih, untuk bagian yang berbeda dari kedua organisasi tersebut.
Beberapa keuntungan atau advantages yang didapat oleh The New York Times dalam menerapkan shared services di dalam business units network-nya adalah:
  1. Cost-efficiency or Economies of Scale – Dengan menerapkan sistem shared services ini pastinya akan lebih hemat secara cost untuk pihak The New York Times.
  2. Jika ada satu inovasi positif yang ingin diterapkan oleh pihak The New York Times akan bisa langsung disampaikan dan diterima oleh semua business units yang terhubungkan secara sistem shared services oleh pihak The New York Times
  3. Adanya sebuah proses yang sudah terstandardisasikan untuk keseluruhan business units yang tergabung dalam network The New York Times.
  4. Common Technology Platform – Dimungkinkannya transformasi yang terkoordinasi antara front, middle dan back-offices yang tergabung dalam network shared services
  5. Semua Operating units bebas untuk focus kepada proses operasional mereka dan external customers Jika sewaktu -waktu ada masalah mereka bisa kembali kepada Shared Services untuk support.
 Secara umum, faktor pendorong yang kuat untuk mengimplementasikan shared services sering sekali berhubungan dengan costs, kualitas, speed, dependablity, dan flexibility.
Beberapa keterbatasan atau disadvantages yang didapat oleh The New York Times dalam menerapkan shared services di dalam business units network-nya adalah:
  1. Resistence to Change – Perubahan management yang efektif harus menjadi sebuah komponen dari implementasi shared services tersebut, tanpa memandang bulu sumbernya.
  2. Legacy Systems – Walaupun selalu tidak menjadi mungkin, shared services dan interogasi sistem adalah bagian dari proyek transformasi yang bisa menghasilkan hasil yang sukses. Keterbatasan dari legacy bisa membuat hasil yang diinginkan tidak optimal.
  3. Leadership – Ada saat – saat yang sulit, di mana semua orang harus mempunyai pandangan yang sama bilamana ada kebijakan yang ingin diterapkan
  4. Shared Service Team – Perilaku dan Kemampuan yang telah ditentukan oleh sebuah team yang service-oriented diprioritaska untuk memungkinkan dan memampukan teknologi untuk mengoptimalisasi proses yang bisa jadi tidak eksis dalam organisasi hari ini. Pastikan dalam menentukan orang yang tepat sebelum kita memulainya.
 Secara umum, kelemahan dari shared services adalah proses yang dihasilkan secara keseleruhan akan dibuatnya lebih panjang dan lebih kompleks. Suatu sistem yang mampu menampung dan menyebarkan kembali ide-ide dari masing-masing individu maupun tim perusahaan memerlukan infrastruktur teknologi informasi yang lebih baik dan akan membutuhkan dana yang tidak sedikit.
 2
Boston Scientific faced the challenge of balancing openness and sharing with security and the need for restricting access to information. How did the use of technology allow the company to achieve both objectives at the same times? What kind of cultural changes were required for this to be possible? Are these more important than the technology-related issues? Develop a few examples to justify your answer.
 Boston Scientific menghadapi tantangan untuk mempermudah akses kepada pegawainya maupun kepada product developer atau pengembang produk perihal keterbukaan informasi yang bisa diakses terhadap perusahaan tersebut, sehingga mereka bisa mengembangkan produk dengan lebih cepat. Tetapi, jika akses terhadap database Boston Scientific terlalu mudah dan tanpa batas – batasan tertentu, maka data Boston Scientific sangatlah rawan untuk dicuri. Sedangkan untuk membuat perubahan di Perusahaan ke arah yang positif, perusahaan berinovasi dengan memberikan informasi kepada knowledge workers atau pekerja yang mempunyai kemampuan intelektual yang baik, sehingga bisa pekerja – pekerja ini bisa mencerna, mengevaluasi dan memberikan kembali informasi ini kepada perusahaan dalam bentuk yang lebih positif. Teknologi bisa membantu Boston Scientific untuk mengatasi masalah ini dengan menerapkan active security atau sebuah sistem sekuritas aktif yang secara reguler memonitor orang – orang atau pengakses yang mengakses apa yang dia akses (pengontrolannya dengan mengatur jenis spesifikasi apa yang bisa diakses oleh si pengakses tersebut berdasarkan kewenangan dan kepentingannya). Oleh karena itu, Boston Scientific harus membangun sebuah software sekuritas yang bagus dan mutakhir yang bisa membawa perusahaan ke arah yang lebih maju, tanpa meng-expose perusahaan terhadap resiko pencurian data.
 Dalam beberapa tahun terakhir, para insinyur IT telah memfokuskan diri dalam peningkatan kualitas operasional sistem informasi tersebut secara keseluruhan. Boston Scientific memproyeksikan untuk menggunakan software Invention Machine’s Goldfire, yang akan menyediakan kombinasi dari keterbukaan dan keamanan untuk database yang mereka miliki. Software Goldfire ini akan membuat sebuah workflow yang akan berjalan secara otomatis seperti tugas untuk menganalisa market dan memanfaatkan sebanyak mungkin hak milik intelektual perusahaan. Software ini mengombinasikan data perusahaan secara internal dengan informasi yang terdapat di public, seperti database kepemerintahan pusat. Para ilmuwan dapat menggunakan perangkat lunaknya untuk menemukan keterkaitan antar sumber yang berbeda dengan menitikberatkan pada kesamaan ide, mencari keterkaitan diantara berbagai sumber. Para insinyur dapat menggunakan berbagai analisis untuk mendapatkan ide produk baru dan mempelajari kelayakannya.
 Dengan sistem yang baru ini, para peneliti dan insinyur harus diberikan pelatihan dan pemahaman mengenai sistem kerja, prosedur dan ketentuan beserta peraturan yang berlaku mengenai aksesibilitas database yang dituju atau dikaji. Pengimplementasian mengenai hal ini bisa dilakukan melalui dukungan dari para eksekutif – eksekutif ataupun manajemen di perusahaan dan juga melalui pelatihan – pelatihan yang terstruktur serta sistematis.
 Kebutuhan mengenai perubahan budaya yang bisa dimungkinkan untuk berjalan secara serasi dan seimbang dengan sistem ini adalah dengan secara rutin melakukan monitoring terhadap pekerja maupun pegawai yang bisa mengakses data dan yang juga mempunyai akses terhadap authorization. Hal ini juga bisa dihubungkan dengan perubahan dalam teknologi yang digunakan, karena kedua hal ini saling mendukung satu sama lain tanpa hanya fokus kepada satu hal saja. Kita juga harus mengedukasi orang – orang yang kira – kira masih belum menguasai sistem ini, sehingga pada suatu kali nanti orang – orang ini bisa memberikan kontribusi yang positif kepada perusahaan.
 Contoh yang bisa menjustifikasi jawaban saya adalah ada beberapa perusahaan yang menerapkan sistem ini beroperasi di bawah hirarki sosial yang ketat. Dengan memberikan kelonggaran kepada para pekerja untuk berpartisipasi di dalam kegiatan peningkatan kualitas dengan menyediakan mereka akses terhadap data produksi dan analysis tools yang mendukung
kelancaran ini semua. Jika implementation team mampu untuk mengatasi hadangan kultur ini, para manager yang mempunyai akses lebih terhadap authorization matter akan punya akses lebih untuk memberikan batasan terhadap siapapun yang ingin mengakses suatu database yang dituju dengan sebuah pertimbangan yang baik dan matang.


3
 The video rental map developed by The New York Times and Netflix graphically display movie popularity across neightborhoods from major U.S. cities. How could Netflix use this information to improve their business? Could other companies also take advantage of these data? How? Provide some examples.
 The New York Times telah meluncurkan sebuah cool interactive map yang menampilkan tempat – tempat rental Netflix yang populer di 12 area metropolitan di Amerika, yaitu antara lain: New York, San Fransisco/Bay Area, Boston, Chicago, Washington, Los Angeles, Seattle, Minneapolis, Denver, Atlanta, Dallas dan Miami.
 The New York Times bekerja sama dengan Netflix untuk membuat map tersebut. Map tersebut adalah sebuah graphical database yang merangkum top 100 most-rented Netflix films di tahun 2009 yang terletak di atas maps tersebut. Dengan map tersebut, kita bisa menjelajahi top Netflix movies di tahun 2009 berdasarkan 3 kriteria; list film – film yang paling disukai dan tidak disukai oleh para kritikus secara berurutan, urutan berdasarkan abjad, dan yang paling sering disewa. Sebagai contoh, pada saat kita memilih yang paling sering disewa, dan ketika kita meng-input kode pos area kita pada saat memasukkan data kita, akan muncul tampilan window yang menunjukkan kepada kita tempat Netflix rentals yang paling top di daerah tersebut.
Map tersebut juga menunjukkan beberapa trend atau sesuatu yang menarik untuk dikaji; seperti contoh: Big Blockbusters Movies yang tidak terlalu populer di beberapa pusat kota; seperti: Wanted dan Transformers: Revenge of the Fallen, di mana kedua film ini tidak terlalu populer untuk disewa di pusat kota New York; seperti: Manhattan dan San Fransisco, bisa jadi karena mayoritas banyak orang di pusat kota Manhattan dan San Fransisco yang telah menonton kedua film ini di bioskop.
Jadi secara kesimpulan, Netflix bisa memanfaatkan database map yang sangat mutakhir dan komprehensif ini untuk mengidentifikasi persamaan antara movies atau film – film yang ada dan memastikan bahwa pusat distribusi regional telah well-stocked secara baik untuk judul dan jenis film yang up-to-date secara komprehensif dan lengkap.
Perusahaan – perusahaan lain juga bisa mengambil keuntungan dari database yang dimiliki oleh Netflix. Ketika mereka menggunakan database map yang menampilkan tempat Netflix rental yang paling populer, database ini juga bisa sekaligus digunakan untuk mengeksplorasi book rental service data.















LAMPIRAN

NAMA : M AINUL YAQIN
NIM : 16.61201.002398
 ALAMAT BLOG : akuceritakansendiri.blogspot.com
SEMESTER : 4
KELAS : SORE




Pasuruan, 21 April 2018


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REPUBLIK DIGITAL

Saban akan atau bangun tidur, ponsel sesuatu yang tak bisa lepas untuk dicari. Kebutuhan pekerjaan, komunikasi, membuat status baru untuk ek...