THE NEW YORK TIMES AND BOSTON SCIENTIFIC: TWO
DIFFERENT WAYS OF INNOVATING WITH INFORMATION TECHNOLOGY
Di susun untuk memenuhi salah satu
tugas
Mata kuliah : Sistem Informasi
Manajemen
Dosen Pengajar : M.Tahajjudi Ghifary ,S.AB , M.PSDM

Oleh :
M AINUL YAQIN
NIM : 16.61201.002398
KELAS : SORE
SEMESTER : 4
PROGAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN
2018
1
As
stated in the case, The New York Times chose to deploy their innovation support
group as a shared service across business units. What do you think this means?
What are the advantages of choosing this approach? Are there any disadvantages?
shared
service adalah sebuah service atau layanan yang di-share atau
dibagi pemakaian atau penggunaannnya oleh beberapa ataupun semua bagian -bagian
entitas di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Dengan demikian, pendanaan
maupun sumberdaya dari service dibagi dan department yang menyediakan
pelayanan tersebut secara efektif menjadi sebuah internal service provider atau
sebuah penyedia jasa layanan internal. Ide utama dari shared service adalah
“sharing” dalam sebuah organisasi atau group. Sharing ini secara
fundamental dibutuhkan untuk memasukkan shared accountability atau
akuntabilitas pembagian dari hasil oleh unit di mana pekerjaan yang dibagikan
tersebut diboyong oleh sang provider. Di sisi sebaliknya, sang provider
perlu untuk memastikan bahwa hasil yang sudah disetujui bersama tersebut
disampaikan berdasarkan standard tertentu yang sudah ditetapkan (KPIs, cost,
kualitas, dll). Shared Services juga bisa diterapkan dalam hubungan
antar dua buah organisasi yang berbeda maupun lebih, untuk bagian yang berbeda
dari kedua organisasi tersebut.
Beberapa
keuntungan atau advantages yang didapat oleh The New York Times
dalam menerapkan shared services di dalam business units network-nya
adalah:
- Cost-efficiency or Economies of Scale – Dengan menerapkan sistem shared services ini pastinya akan lebih hemat secara cost untuk pihak The New York Times.
- Jika ada satu inovasi positif yang ingin diterapkan oleh pihak The New York Times akan bisa langsung disampaikan dan diterima oleh semua business units yang terhubungkan secara sistem shared services oleh pihak The New York Times
- Adanya sebuah proses yang sudah terstandardisasikan untuk keseluruhan business units yang tergabung dalam network The New York Times.
- Common Technology Platform – Dimungkinkannya transformasi yang terkoordinasi antara front, middle dan back-offices yang tergabung dalam network shared services
- Semua Operating units bebas untuk focus kepada proses operasional mereka dan external customers Jika sewaktu -waktu ada masalah mereka bisa kembali kepada Shared Services untuk support.
Secara umum, faktor
pendorong yang kuat untuk mengimplementasikan shared services sering
sekali berhubungan dengan costs, kualitas, speed, dependablity, dan
flexibility.
Beberapa
keterbatasan atau disadvantages yang didapat oleh The New York Times
dalam menerapkan shared services di dalam business units network-nya
adalah:
- Resistence to Change – Perubahan management yang efektif harus menjadi sebuah komponen dari implementasi shared services tersebut, tanpa memandang bulu sumbernya.
- Legacy Systems – Walaupun selalu tidak menjadi mungkin, shared services dan interogasi sistem adalah bagian dari proyek transformasi yang bisa menghasilkan hasil yang sukses. Keterbatasan dari legacy bisa membuat hasil yang diinginkan tidak optimal.
- Leadership – Ada saat – saat yang sulit, di mana semua orang harus mempunyai pandangan yang sama bilamana ada kebijakan yang ingin diterapkan
- Shared Service Team – Perilaku dan Kemampuan yang telah ditentukan oleh sebuah team yang service-oriented diprioritaska untuk memungkinkan dan memampukan teknologi untuk mengoptimalisasi proses yang bisa jadi tidak eksis dalam organisasi hari ini. Pastikan dalam menentukan orang yang tepat sebelum kita memulainya.
Secara
umum, kelemahan dari shared services adalah proses yang dihasilkan secara
keseleruhan akan dibuatnya lebih panjang dan lebih kompleks. Suatu sistem yang
mampu menampung dan menyebarkan kembali ide-ide dari masing-masing individu
maupun tim perusahaan memerlukan infrastruktur teknologi informasi yang lebih
baik dan akan membutuhkan dana yang tidak sedikit.
2
Boston
Scientific faced the challenge of balancing openness and sharing with security
and the need for restricting access to information. How did the use of
technology allow the company to achieve both objectives at the same times? What
kind of cultural changes were required for this to be possible? Are these more
important than the technology-related issues? Develop a few examples to justify
your answer.
Boston Scientific menghadapi tantangan untuk mempermudah
akses kepada pegawainya maupun kepada product developer atau pengembang
produk perihal keterbukaan informasi yang bisa diakses terhadap perusahaan
tersebut, sehingga mereka bisa mengembangkan produk dengan lebih cepat. Tetapi,
jika akses terhadap database Boston Scientific terlalu mudah dan tanpa batas –
batasan tertentu, maka data Boston Scientific sangatlah rawan untuk dicuri.
Sedangkan untuk membuat perubahan di Perusahaan ke arah yang positif,
perusahaan berinovasi dengan memberikan informasi kepada knowledge workers atau
pekerja yang mempunyai kemampuan intelektual yang baik, sehingga bisa pekerja –
pekerja ini bisa mencerna, mengevaluasi dan memberikan kembali informasi ini
kepada perusahaan dalam bentuk yang lebih positif. Teknologi bisa membantu
Boston Scientific untuk mengatasi masalah ini dengan menerapkan active
security atau sebuah sistem sekuritas aktif yang secara reguler memonitor
orang – orang atau pengakses yang mengakses apa yang dia akses (pengontrolannya
dengan mengatur jenis spesifikasi apa yang bisa diakses oleh si pengakses
tersebut berdasarkan kewenangan dan kepentingannya). Oleh karena itu, Boston
Scientific harus membangun sebuah software sekuritas yang bagus dan mutakhir
yang bisa membawa perusahaan ke arah yang lebih maju, tanpa meng-expose perusahaan
terhadap resiko pencurian data.
Dalam
beberapa tahun terakhir, para insinyur IT telah memfokuskan diri dalam
peningkatan kualitas operasional sistem informasi tersebut secara keseluruhan.
Boston Scientific memproyeksikan untuk menggunakan software Invention
Machine’s Goldfire, yang akan menyediakan kombinasi dari keterbukaan dan
keamanan untuk database yang mereka miliki. Software Goldfire ini akan
membuat sebuah workflow yang akan berjalan secara otomatis seperti tugas
untuk menganalisa market dan memanfaatkan sebanyak mungkin hak milik
intelektual perusahaan. Software ini mengombinasikan data perusahaan
secara internal dengan informasi yang terdapat di public, seperti
database kepemerintahan pusat. Para ilmuwan dapat menggunakan perangkat lunaknya
untuk menemukan keterkaitan antar sumber yang berbeda dengan menitikberatkan
pada kesamaan ide, mencari keterkaitan diantara berbagai sumber. Para insinyur
dapat menggunakan berbagai analisis untuk mendapatkan ide produk baru dan
mempelajari kelayakannya.
Dengan
sistem yang baru ini, para peneliti dan insinyur harus diberikan pelatihan dan
pemahaman mengenai sistem kerja, prosedur dan ketentuan beserta peraturan yang
berlaku mengenai aksesibilitas database yang dituju atau dikaji.
Pengimplementasian mengenai hal ini bisa dilakukan melalui dukungan dari para
eksekutif – eksekutif ataupun manajemen di perusahaan dan juga melalui
pelatihan – pelatihan yang terstruktur serta sistematis.
Kebutuhan
mengenai perubahan budaya yang bisa dimungkinkan untuk berjalan secara serasi
dan seimbang dengan sistem ini adalah dengan secara rutin melakukan monitoring
terhadap pekerja maupun pegawai yang bisa mengakses data dan yang juga
mempunyai akses terhadap authorization. Hal ini juga bisa dihubungkan
dengan perubahan dalam teknologi yang digunakan, karena kedua hal ini saling
mendukung satu sama lain tanpa hanya fokus kepada satu hal saja. Kita juga
harus mengedukasi orang – orang yang kira – kira masih belum menguasai sistem
ini, sehingga pada suatu kali nanti orang – orang ini bisa memberikan
kontribusi yang positif kepada perusahaan.
Contoh
yang bisa menjustifikasi jawaban saya adalah ada beberapa perusahaan yang
menerapkan sistem ini beroperasi di bawah hirarki sosial yang ketat. Dengan
memberikan kelonggaran kepada para pekerja untuk berpartisipasi di dalam
kegiatan peningkatan kualitas dengan menyediakan mereka akses terhadap data
produksi dan analysis tools yang mendukung
kelancaran
ini semua. Jika implementation team mampu untuk mengatasi hadangan
kultur ini, para manager yang mempunyai akses lebih terhadap authorization
matter akan punya akses lebih untuk memberikan batasan terhadap siapapun
yang ingin mengakses suatu database yang dituju dengan sebuah pertimbangan yang
baik dan matang.
3
The
video rental map developed by The New York Times and Netflix graphically
display movie popularity across neightborhoods from major U.S. cities. How
could Netflix use this information to improve their business? Could other
companies also take advantage of these data? How? Provide some examples.
The
New York Times telah meluncurkan sebuah cool interactive map yang
menampilkan tempat – tempat rental Netflix yang populer di 12 area metropolitan
di Amerika, yaitu antara lain: New York, San Fransisco/Bay Area, Boston,
Chicago, Washington, Los Angeles, Seattle, Minneapolis, Denver, Atlanta, Dallas
dan Miami.
The
New York Times bekerja sama dengan Netflix untuk membuat map tersebut. Map
tersebut adalah sebuah graphical database yang merangkum top 100
most-rented Netflix films di tahun 2009 yang terletak di atas maps tersebut.
Dengan map tersebut, kita bisa menjelajahi top Netflix movies di tahun
2009 berdasarkan 3 kriteria; list film – film yang paling disukai dan tidak
disukai oleh para kritikus secara berurutan, urutan berdasarkan abjad, dan yang
paling sering disewa. Sebagai contoh, pada saat kita memilih yang paling sering
disewa, dan ketika kita meng-input kode pos area kita pada saat
memasukkan data kita, akan muncul tampilan window yang menunjukkan
kepada kita tempat Netflix rentals yang paling top di daerah tersebut.
Map
tersebut juga menunjukkan beberapa
trend atau sesuatu yang menarik untuk dikaji; seperti contoh: Big
Blockbusters Movies yang tidak terlalu populer di beberapa pusat kota;
seperti: Wanted dan Transformers: Revenge of the Fallen, di mana kedua film ini
tidak terlalu populer untuk disewa di pusat kota New York; seperti: Manhattan
dan San Fransisco, bisa jadi karena mayoritas banyak orang di pusat kota
Manhattan dan San Fransisco yang telah menonton kedua film ini di bioskop.
Jadi
secara kesimpulan, Netflix bisa memanfaatkan database map yang
sangat mutakhir dan komprehensif ini untuk mengidentifikasi persamaan antara movies
atau film – film yang ada dan memastikan bahwa pusat distribusi regional
telah well-stocked secara baik untuk judul dan jenis film yang
up-to-date secara komprehensif dan lengkap.
Perusahaan
– perusahaan lain juga bisa mengambil keuntungan dari database yang
dimiliki oleh Netflix. Ketika mereka menggunakan database map yang
menampilkan tempat Netflix rental yang paling populer, database ini juga bisa
sekaligus digunakan untuk mengeksplorasi book rental service data.
LAMPIRAN
NAMA : M AINUL YAQIN
NIM : 16.61201.002398
ALAMAT BLOG : akuceritakansendiri.blogspot.com
SEMESTER : 4
KELAS : SORE
Pasuruan, 21
April 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar