GADAI NYAWA DI NEGERI ORANG
(28 Maret 2018)
Terancam mati di Arab Saudi, tahun 2010 berangkat menjadi
tenaga kerja Indonesia (TKI) ITI SARTINI bersama TUTI mendapatkan pekerjaan
yang berbeda tentunya berbeda juga majikan nya. Tuti anak dari ibu Iti sartini
mendapatkan masalah dengan hukum, tentunya sang ibu merasakan kegelisaan yang
sangat dalam waktu itu ibu Iti sudah ada di Indonesia. Menayakan ke PT ternyata
tidak tanggung jawab dengan masalah ini, yang katanya Tuti telah membunuh
majikannya sendiri tentunya sang ibu merasa hal ini tidak mungkin dilakukan
oleh anaknya yang telah lama di asuh mulai kecil untuk menjadi orang baik
berita ini tidak dipercayai oleh ibu Iti sartini sampai saat ini. Ibu Iti tidak
tahu harus melapor ke siapa untuk mendapatkan keadilan anaknya kemana mana
hanya direspon begitu saja, sudah lama satu dua tahun berjuang, pernah juga ke
kantor DPR bertemu dengan pemerintah dan tahun 2012 permohonan diterima
dianjurkan untuk berangkat ke Saudi bertemu dengan Tuti di tempat Tuti di
penjara, telah dipertanyakan masalah tersebut adalah si Tuti telah mendorong
majikan nya yang tua atau kakek kakek karena kesel, majikan tersebut mau
memperkosa didorong nya sampai jatuh, setelah itu kakek tersebut mengalami drop
dan dibawanya ke rumah sakit 3 hari berlalu baru meninggal. Ini masih tidak
bisa diterima untuk hukuman bahwa tuti yang membunuh karena pada saat itu Tuti
melakukan pembelaan pada dirinya, untuk saat ini sudah bisa komunikasi lewat
telpon.
Saiful Toriq dan Mustofa Kurniawan, anak dari almarhum Zaini
yang telah di humum pancung di saudi, zaini di penjarakan di pukul di cambuk
supaya mau mengaku bahwa telah membunuh majikannya sedangkan zaini tidak tau
apa penyebab meninggalnya majikannya. Zaini masih mengirimkan uang ketika
berada di penjara, menjadi servis handphon dan lain lain. Sekarang kedua anak
Zaini juga masih diarungi dengan kekhawatiran karena ibunya yang juga bekerja
di Arab Saudi masih tidak boleh pulang karena penambahan kontrak.
Untuk kali ini Adelina sau yang tewas karena disiksa
majikannya di Malaysia, ia menjadi TKI sejak berumur 15 tahun dibawah oleh calo
bernama Martinus yang sekarang ini sudah di ciduk dan tindak oleh polisi.
Adelina sau berhasil pulang dari malaysia 1 tahun bekerja hanya mendapat uang 1
juta rupiah. Adelina sempat dilarang oleh ibunya untuk pergi namun calo
tersebut memberi uang 200 000 ke yohana agar diijinkan nya, namun Adelina ini
masih dibawa umur untuk bekerja. Harapan dari keluarga Adelina adalah supaya
tidak ada Adelina adelina lagi yang menjadi korban.
Untuk yang ini dia bernama Satinah buruh imigran yang terus
disiksa oleh majikannya setiap hari harinya, terbebas dari hukuman pancung
dengan uang 21 milyar. Terjerat hukum karena telah memukul majikan nya hingga
tewas, menceritakannya bahwa Satinah yang telah emosi karena di pukul oleh
penggaris besi dan ganti membalas memukulnya hingga tidak bernafas. Saat di
penjara Satinah tidak bisa berkomunikasi dengan keluarganya, akhirnya dari KBRI
datang menjenguk Satinah menuliskan surat untuk keluarga nya di Indonesia. Satinah
bebas dari hukuman namun polisi menyuruh nya untuk meragakan aksinya ketika
memukul majikan nya yang sangat keji tersebut. Untuk saat ini Satinah sudah
bisa menggunakan tongkat tidak lagi menggunakan kursi roda. Satinah ttelah 8
tahun dipenjara, dan waktu dipenjara masih bisa bekerja untuk memberi uang buat
anak anak nya yang ada di Indonesia dia bekerja sebagai penyapu, menjahit tas
dan sebagainya.
Semoga saja ini cerita membuat para pemerintah terus
memberikan cara untuk menemukan solusi bagaimana terus menciptakan lapangan
pekerjaan supaya tidak adalagi warga dari kita terkena kekerasan seksual atau
kekejian yang lainnya bahkan sampai harus pulang dengan nama atau di pancung di Saudi arabia. Semoga saja mereka sadar akan dirinya sebagai manusia untuk terus
memanusiakan manusia.
terimakasih telah membaca jangan lupa memberi ulasan gerrrrr😃
M ainul yaqin 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar